Jember (beritajatim.com) – Lima dari delapan partai politik sudah menyerahkan surat rekomendasi langsung pencalonan bupati dan wakil bupati Kabupaten Jember, Jawa Timur, kepada politisi Gerindra Muhammad Fawait. Kemungkinan terjadinya calon tunggal melawan kotak kosong terbuka dalam pilkada Jember.
Lima partai sudah resmi menyerahkan surat rekomendasi langsung ke Fawait yang berpasangan dengan Djoko Susanto, yakni Gerindra, PKB, PKS, Nasdem, dan PAN. Rekom Golkar belum resmi diserahkan. Namun fotonya sudah beredar di media sosial. Tinggal PDI Perjuangan dan Partai Persatuan Pembangunan yang belum menerbitkan rekomendasi.
Fawait mengaku tidak tahu soal bersatunya partai-partai untuk mendukung calon tunggal adalah fenomena nasional. “Saya bukan orang nasional. Saya orang daerah. Tapi terkait kotak kosong dan sebagainya, itu sudah diatur dalam undang-undang. Dan tidak terjadi cuma di Jember,” katanya, usai konsolidasi dengan Partai Golkar, di Hotel Aston, Kabupaten Jember, Sabtu (10/8/2024) malam.
“Setahu saya pada 2018 terjadi di Pasuruan. Hari ini sepertinya akan terjadi di beberapa kabupaten dan kota. Info beberapa kawan-kawan seperti itu. Cuma spesialnya di Jember, biasanya yang dapat (semua rekom partai) incumbent, ini kok malah pendatang baru yang dapat rekomendasi semuanya,” kata alumni Universitas Airlangga Surabaya ini.
Namun Fawait menepis anggapan memborong rekom. “Apakah bisa saya menyetir keputusan DPP partai politik masing-masing? Saya tidak bisa. Tapi dari awal saya punya keyakinan, satu-satunya orang yang beproses di partai politik yang mencalonkan diri dalam pilkada hari ini ya Gus Fawait,” katanya.
“Waktu itu saya bilang, dengan kekuatan cinta dan satu-satunya kader partai politik, dan kebetulan Jember belum pernah dipimpin kader partai politik, saya yakin rekom partai bersama kita semua. Alhamdulillah, hari ini tanda-tandanya sudah mengarah ke sana,” kata Fawait.
Fawait membantah jika kepala daerah hasil pilkada dengan calon tunggal selalu buruk. “Contohnya Pasuruan. Pasuruan bagus. Mas Irsyad (Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf) on the track,” katanya.
Fawait kemudian mencontohkan koalisi besar pendukung Presiden Joko Widodo yang mendominasi parlemen. “Indonesia mampu bangkit selama 10 tahun belakangan ini. Kalau koalisi besar seluruh partai terjadi di Jember, saya yakin Jember akan jauh lebih baik dan bahkan akan mengalahkan Kabupaten Banyuwangi,” katanya. [wir]






