Jember (beritajatim.com) – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golongan Karya merekomendasikan duet politisi Gerindra Muhammad Fawait dan pensiunan birokrasi Djoko Susanto dalam pemilihan kepala daerah Kabupaten Jember, Jawa Timur. Kekecewaan muncul di internal Partai Golkar Jember.
Foto surat rekomendasi dari DPP Golkar sudah beredar di media sosial. Surat tertanggal 6 Agustus 2024 itu ditandatangani Ketua Umum Airlangga Hartarto dan Sekretaris Jenderal Lodewijk F. Paulus.
Sebagian pengurus dan kader mempertanyakan alasan DPP Partai Golkar merekomendasi Fawait-Djoko, mengingat sebelumnya Dewan Pimpinan Daerah Golkar Jember sudah sepakat untuk menugasi Sang Ketua Karimullah Dahrujiadi, untuk menjadi calon bupati atau calon wakil bupati.
“Kami di bawah tidak mengerti alasannya. Relasi komunikasi kami pendek,” kata Ketua Badan Pemenangan Pemilu Golkar Jember Nurdiansyah Rahman, Sabtu (10/8/2024).
Nurdiansyah menganggap rekomendasi untuk Fawait-Djoko masih belum final selama masih belum resmi mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum Jember. “Tahapan berikutnya adalah penandatanganan kesepakatan koalisi, dan kemungkinannya bisa saja berubah. Kalau sudah pendaftaran ke KPU pada 27-29 Agustus 2024 berarti sudah clear. Kalau hari ini masih belum,” katanya.
Nurdiansyah menyebut terpilihnya Djoko menjadi bakal calon wakil bupati yang mendampingi Fawait tak ubahnya tsunami politik. “Saya sebagai kader kecewa. Ini tidak baik secara demokrasi. Semua partai berproses, kemudian tiba-tiba datang orang yang tanpa proses kemudian mengambil peluang. Artinya proses demokrasi bisa terbunuh,.” katanya.
“Analoginya begini: saya berproses dalam partai, lalu tiba-tiba anda datang. Karena dianggap memiliki kekuatan-kekuatan tertentu, terutama kapital misalnya, tiba-tiba anda masuk dan bisa menguasai semua partai. Ini kan citra demokrasi menjadi buruk. Pandangan saya begitu. Tapi soal keputusan, itu hak DPP. Kami tetap menganggap ini pembunuhan demokrasi,” kata Nurdiansyah.
Melihat situasi yang berkembang, sebagian pengurus DPD Golkar Jember, pengurus dari 19 kecamatan, dan organisasi hasta karya kemudian berkumpul untuk menegaskan dukungan kepada Karimullah, di New Galaxy Cafe, Kecamatan Patrang, Jumat (9/8/2024) kemarin.
“Kami memohon DPP untuk mempertimbangkan ulang kepentingan-kepentingan lokal, mengakomodasi usulan dari bawah. Kepemimpinan Haji Karim sudah menaikkan elektabilitas dan kursi Golkar di DPRD Jember sedemikian rupa. Mohon dicermati,” kata Nurdiansyah.
Pria yang akrab disapa Cak Nung ini mengingatkan, DPD Partai Golkar Jember telah melaksanakan Rapimda (Rapat Pimpinan Daerah) dan mengutus Karimullah Dahrujiadi untuk ikut dalam kontestasi pilkada. “Itu sudah seiring dengan petunjuk DPP,” katanya.
Nurdiansyah menegaskan misi awal Golkar sebelum pemilu serentak tahun ini. “Jika memungkinkan, menang pilkada, menang pilpres, menang pemilu legislatif bersama kader,” katanya. [wir]






