Gresik (beritajatim.com)– Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gresik pada November 2024. Aparat kepolisian setempat mengoptimalkan ‘Cooling System’ atau melakukan pendinginan suhu politik dengan menggandeng tokoh agama, dan masyarakat.
Tujuan cooling system itu menjaga kerukunan, persatuan, dan menjaga kamtibmas supaya perhelatan Pilkada Gresik berjalan kondusif.
Kapolres Gresik AKBP Arief Kurniawan menuturkan, cooling system yang dikemas silaturrahmi tersebut untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, kepolisian serta tokoh agama, dan tokoh masyarakat.
“Dengan bimbingan dan nasehat para ulama, kita yakin dapat menciptakan suasana yang kondusif selama proses pilkada 2024,” tuturnya, Jumat (9/8/2024).
Mantan Kasubdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya itu menambahkan, moment pilkada 2024 dijadikan
mempererat tali persaudaraan. Dirinya berharap tokoh agama dan masyarakat bersama-sama menjaga keamanan di wilayah kabupaten Gresik.
“Persoalan kamtibmas tidak hanya menjadi tanggungjawab aparat penegak hukum. Tokoh agama dan masyarakat bisa serta menjaga kondusifitas di lingkungan masing-masing,” imbuhnya.
Sementara Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik, KH Mansoer Shodiq mengatakan, melalui berbagai upaya dilakukan tokoh masyarakat Gresik untuk mengamankan jalannya pilkada 2024.
“Setiap melakukan pengajian serta kegiatan keagamaan. Berdoa agar pelaksanaan pilkada 2024. Khususnya di Kabupaten Gresik aman dan kondusif,” katanya. [dny/aje]






