Surabaya (beritajatim.com) – Proyek underpass di Jalan Ahmad Yani, Taman Pelangi Kota Surabaya baru akan dikerjakan pada 2025. Proyek ini menelan sekitar Rp220 miliar.
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya Syamsul Hariadi mengatakan, pihaknya sudah melayangkan surat kepada pemerintah pusat untuk pengerjaan 2025.
“Kita buatkan surat ke pusat agar bisa dikerjakan tahun 2025,” ungkap Syamsul, Kamis, 8 Agustus 2024.
Menurut Syamsul, anggaran dikeluarkan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk proyek underpass ini bersumber APBD. Dana tersebut dipakai, salah satunya untuk pembebasan lahan di Jemur Gayugan RT.1 RW.3.
“Dari pusat (pemerintah pusat) belum ada angkanya. Rp220 M itu perkiraan biayanya dari Pemkot,” jelas dia.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappedalitbang) Surabaya Irvan Wahyudrajat menyebut upaya pembebasan lahan dikebut tahun ini. Dengan alokasi anggaran Rp80 miliar.
“Untuk APBD (2024) kita selesaikan pembebasan 22 rumah. Kemudian untuk supporting atau penunjang kita kerjakan melalui APBD. Termasuk ruang terbuka hijau sambil menunggu dari pusat,” jelasnya.
Diketahui, sehubungan dengan pengerjaan proyek underpass di kawasan Taman Pelangi ini, sejumlah warga Jemur Gayungan RT.1 RW.3 sudah mendapat pembebasan lahan dan ada berpindah (ada 10 rumah) serta sisanya menyusul bertahap. [ram/beq]






