Magetan (beritajatim.com) – Seorang kakek di Magetan tertabrak motor di Jalan Kasianto tepatnya di depan Masjid Al Muchlisin masuk Desa Tulung Kecamatan Kawedanan Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Rabu (7/8/2024) pukul 05.00 WIB.
”Korban atas nama Karsito (78) pensiunan warga Desa/Kecamatan Kawedanan Kabupaten Magetan. Pengendara motor Vixion nopol AE 6685 Q adalah Yanuar Aji Purnomo (22) warga Desa Tulung Kawedanan,” terang Kanit Gakkum Satlantas Polres Magetan Ipda Agnes Triananta.
Kejadian berawal saat Yanuar Aji mengendarai motor Yamaha Vixion berjalan dari arah Kawedanan ke arah Nguntoronadi, atau dari arah barat ke timur. Saat bersamaan, Karsito menyeberang dari arah selatan ke Utara.
”Karena jarak yang sudah terlalu dekat, kecelakaan tidak terhindarkan. Korban akhirnya tersungkur dan sempat tak sadarkan diri. Korban mengalami luka di kepala,” terang Agnes.
Teranyar, Karsito meninggal dunia pasca kejadian itu. Kecelakan itu masih dalam penanganan Satlantas Polres Magetan. ”Motor Vixion sudah kami amankan di kantor Unit Gakkum seagai barang bukti,” terangnya.
Catatan dari beritajatim.com ,pada 28 Juni 2023 juga terjadi kecelakaan di titik yang sama. Saat itu, terjadi kecelakaan beruntun dan menewaskan seorang remaja putri berinisial DKA (12).
Kecelakaan beruntun melibatkan kendaraan roda Honda beat nopol AE 5657 KW yang dikendarai (HRZ) warga Desa Bogem Kawedanan dan membonceng DKA (12) warga Desa Mangunrejo Kawedanan. Kemudian, Yama N-Max nopol A 5205 WAL yang dikendarai KS (43) warga Kota Tangerang Banten, serta bus ukuran sedang nopol G 1574 GR yang dikendarai AR (41) warga Desa Bangunsari Mejayan Kabupaten Madiun mengangkut rombongan hajatan pernikahan.
Kejadian berawal saat bus melaku dari arah Kawedanan ke arah Nguntoronadi, searah dibelakangnya melaju Honda Beat. Sampai di lokasi kejadian, pengemudi Honda Beat hendak mendahului bus. Namun, saat itu juga dari arah berlawanan melaju N-Max. Tabrakan Honda Beat dan N-Max pun tak terhindarkan.
Pantauan beritajatim.com, tak ada marka jalan yang jelas di jalan tersebut. Namun, karena lokasi itu dekat dengan sekolah, sudah terpasang warning lamp atau lampu peringatan. Pengguna jalan diminta waspada saat melalui jalan itu, utamanya mengurangi kecepatan.
”Kami harap masyarakat harus memahami dan menjalankan rambu lalu lintas. Sehingga, kecelakaan bisa dihindari,” pungkas Agnes. [fiq/but]






