Surabaya (beritajatim.com) – Belasan mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) berangkat ke Thailand untuk mengasah keterampilan mengajarnya di tingkat global. Mereka adalah mahasiswa peserta program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP).
“PLP ini memberikan kesempatan agar mereka dapat berinteraksi dengan peserta didik dari latar belakang budaya dan bahasa yang berbeda,” kata Koorprodi S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Unesa Kartika Rinakit Adhe, Selasa (6/8/2024).
Ia menjelaskan, program ini bertujuan memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa dalam lingkungan pendidikan internasional, meningkatkan kompetensi profesional, dan memperluas wawasan budaya internasional.
Diketahui, program PLP ini telah berjalan sejak 2021 sebagai bentuk kerjasama antara Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Unesa dan Dinas Pendidikan di Songkhla, untuk menyiapkan SDM berwawasan luas, resilient, dan berdaya saing global.
“Selama program berlangsung, mahasiswa tidak hanya praktik mengajar, tetapi juga akan terlibat dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan di daerah Songkhla,” ungkap Kartika.
Ia menambahkan, di sana mahasiswa akan berinteraksi langsung dengan peserta didik, orang tua, dan masyarakat setempat, yang berlatar belakang budaya dan bahasa berbeda. Sehingga, mereka dapat belajar mengatasi tantangan yang muncul dalam konteks global.
Adapun program PLP di Songkhla ini melibatkan 7 lokasi, antara lain Padang Besar Municipality Thailand; Tessaban 1 Bansadao, Sadao district Songkhla Thailand; Tessaban 2 Bansadao, Sadao district Songkhla Thailand.
Kemudian, Kaewboutku School, Padangbesar Songkhla; Tessaban Thambon Natawee, Natawee District Songkhla; Watnamom School, Namom District Songkhla; dan NamomWatnamom School, Namom District Songkhla Thailand.
Dengan begitu, mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan keterampilan mengajar, memperkuat pemahaman mereka tentang sistem pendidikan global, dan mempersiapkan diri untuk menjadi pendidik yang kompeten dan berwawasan luas.
“Harapannya, mahasiswa PG PAUD dapat mengasah kemampuan mengajar mereka di Thailand sehingga mereka bisa menjadi lulusan yang memiliki daya saing global,” tutur Kartika. [ipl/ian]






