Probolinggo (beritajatim.com) – Polres Probolinggo Kota akhirnya mengungkapkan hasil otopsi meninggalnya perempuan yang beberapa hari lalu sempat menggegerkan warga Kecamatan Tongas.
Menurut keterangan Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota, AKP Didik Riyanto mengatakan bahwa dari hasil otopsi korban diduga dibunuh.
Pasalnya pada tubuh korban didapati dua tanda memar di bagian tubuhnya, yaitu di bagian leher dan bagian kepala korban. Didik juga mengatakan bahwa korban sudah diotopsi sejak Senin (5/8/2024) kemarin.
“Korban yang merupakan janda tersebut sudah dilakukan otopsi di RS Bhayangkara dan ditemukan tanda lebam dibagian tubuhnya. Ada dua tanda lebam di bagian leher dan kepala,” jelas Didik, Selasa (6/8/2024).
Didik juga mengatakan bahwa sebelumnya korban telah dilakukan visim di RSUD Dr Moh Saleh. Setelah dilakukan visum, korban langsung dirujuk di RS Bhayangkara untuk dilakukan otopsi.
Otopsi ini dilakukan karena pihak kepolisian kesulitan untuk mengungkap kematian korban dengan inisial M. Korban M ini sebelumnya ditemukan oleh petugas hotel pada Minggu (4/8/2024) sekitar pukul 20.00 WIB.
Korban ditemukan tergeletak didalam kamar hotel Bromo Indah dengan nomor kamar 29. Saat memasuki kamar hotel, korban didampingi seorang lelaki yang saat ini sudah diamanan Satreskrim Polres Probolinggo Kota.
“Kami saat ini sedang melakukan penyelidikan terhadap teman korban yang saat itu masuk dengan inisial DS. Saat ini DS sedang menjalani proses penyelidikan dan akan segera kami informasikan perkembangannya,” imbuhnya. (nur/ted)






