Bojonegoro (beritajatim.com) – Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bojonegoro tahun 2023 mengalami peningkatan sebesar 2,47 persen. Pertumbuhan ekonomi Bojonegoro itu masih dibawah Kabupaten Tuban yang mengalami peningkatan sebesar 4,36 persen. Hal itu berdasarkan hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS), Selasa (6/8/2024).
Dalam lama website BPS Kabupaten Bojonegoro disebutkan, perekonomian Kabupaten Bojonegoro tahun 2023 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp97.522,15 miliar. Sedangkan PDRB atas dasar harga konstan mencapai Rp63.310,69 miliar.
Ekonomi Kabupaten Bojonegoro tahun 2023 tumbuh sebesar 2,47 persen. Jika dilihat dari PDRB non migas pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bojonegoro tumbuh sebesar 5,17 persen.
Sektor transportasi dan pergudangan masih menjadi penyumbang dari sisi produksi tertinggi yakni, sebesar 14,40 persen. Sedangkan, dari sisi pengeluaran, pertumbuhan terjadi pada Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non Profit yang Melayani Rumah Tangga (PKLNPRT) sebesar 8,93 persen.
Struktur perekonomian Kabupaten Bojonegoro tahun 2023 dari sisi produksi masih didominasi oleh Lapangan Usaha Pertambangan dan Penggalian sebesar 48,77 persen, diikuti oleh Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 12,13 persen.
Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 8,83 persen, Konstruksi sebesar 7,05 persen, serta Industri Pengolahan sebesar 6,45 persen, dan Informasi dan Komunikasi sebesar 6,09 persen. Peranan enam lapangan usaha tersebut dalam perekonomian Kabupaten Bojonegoro mencapai 89,33 persen.
Sementara Kabupaten Tuban, besaran PDRB tahun 2023 mencapai Rp81.860,06 miliar. Jumlah tersebut mengalami kenaikan dibandingkan dengan tahun 2022 yaitu Rp75.187 miliar maupun tahun 2021 sebesar Rp65.911 miliar.
Kepala BPS Tuban, Andhie Surya Mustari menjelaskan struktur perekonomian Kabupaten Tuban tahun 2023 dari sisi produksi didominasi oleh lapangan usaha Industri pengolahan sebesar 30,69 persen.
Selanjutnya, diikuti oleh lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 18,50 persen; perdagangan besar dan eceran; reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 14,12 persen; konstruksi sebesar 11,05 persen, pertambangan dan penggalian sebesar 9,08 persen serta informasi dan komunikasi sebesar 5,29 persen.
Lebih lanjut, pertumbuhan terjadi pada semua lapangan usaha. Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan signifikan adalah transportasi dan pergudangan sebesar 10,60 persen serta jasa lainnya sebesar 10,51 persen.
Menurutnya, mobilitas penduduk yang meningkat seiring dengan membaiknya perekonomian setelah mengalami kontraksi akibat pandemi pada tahun 2020-2021 mampu memberikan multiplier effect pada beberapa sektor ekonomi.
Andhie Mustari mengatakan membaca pertumbuhan ekonomi tidak bisa dilihat dari pertumbuhan sekarang dibandingkan tahun sebelumnya. Misalnya, pada 2023 tercatat pertumbuhan 4,36 persen, sedangkan 2022 sebesar 8,88 persen.
“Membacanya bukan turun, tapi sedikit melambat. Pembacaannya tetap tumbuh dari PDRB tahun sebelumnya. Hanya saja tidak sebesar 2022,” jelasnya.
Sementara itu, di tahun 2024 ini Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tuban mencapai Rp3,4 Triliun, sementara APBD Kabupaten Bojonegoro di tahun 2024 ini mencapai Rp8,7 Triliun. [lus/aje]






