Ponorogo (beritajatim.com) – Kakek berumur 60 tahun di Kabupaten Ponorogo ditemukan tewas terbakar di lahan yang ditanami tebu. Korban yang diketahui bernama Misni itu, pertama kali ditemukan oleh petani sudah dalam terbujur kaku di lahan tebu yang berada di area persawahan Desa Plalangan Kecamatan Jenangan.
Peristiwa penemuan kakek 60 tahun tewas terbakar di laham tebu itu, dibenarkan oleh Kapolsek Jenangan, Iptu Amrih Widodo. Usai mendapatkan laporan, Amrih menyebut bahwa pihaknya langsung menuju lokasi kejadian. Petugas Polsek Jenangan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Memang benar ditemukan kakek 60 tahun yang meninggal terbakar di lahan tebu di Kecamatan Jenangan,” ungkap Amrih, Minggu (04/08/2024).
Bersama dengan tim medis, polisi juga memeriksa jasad korban yang sudah dalam keadaan terbakar itu. Hasil pemeriksaan sementara yang juga dilakukan oleh tim medis, menunjukkan bahwa korban diduga kekurangan oksigen hingga akhirnya terbakar. Tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.
“Korban diduga meninggal karena kekurangan oksigen. Yang bersangkutan dimungkinkan saat kejadian terjebak api yang membakar lahan tebu itu,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Plalangan Ipin Herdianto menyebutkan bahwa korban diinformasikan oleh pihak keluarga bahwa yang bersangkutan tidak pulang sejak sehari sebelumnya. Sebelumnya, korban sempat berpamitan kepada pihak keluarga bahwa dirinya akan membakar jerami bekas panen padi di sawahnya.
Diperkirakan, kobaran api dari membakar jerami itu, merembet ke tanaman tebu. Korban dimungkinkan berusaha memadamkan api yang merembet ke lahan tebu. Naas, korban malah terjebak, akhirnya kekurangan oksigen dan terbakar.
“Korban dicari keluarganya, karena sejak kemarin tidak pulang. Korban akhirnya ditemukan oleh petani tebu, sudah dalam keadaan meninggal dunia,” pungkasnya. [end/but]






