Jember (beritajatim.com)- Jember Fashion Carnaval menampilkan defile media sebagai bentuk penghormatan terhadap peran para jurnalis dan fotografer dalam melambungkan nama mereka.
Tentu saja penghormatan itu diwujudkan dalam bentuk fesyen. JFC menilai media membawa perubahan wajah dunia. Dunia menjadi desa buwana karena media massa yang mengoneksikan satu ruang dan ruang lain, satu tempat dan tempat lain tanpa.memandang perbedaan waktu.
JFC ke-22 kali ini membawakan tema Algorithm yang diterjemahkan dalam sepuluh defile. Selain tema Jember, sembilan defile lainnya bertema Wayang, Chess, Versailles, Media, Beta Fish, Climate Change, Zodiac, Fairy, dan Rio Carnaval.
JFC yang diprakarsai oleh Dynand Fariz ini menempuh jarak 3,6 kilometer diawali dari Jalan Sudarman hingga depan GOR PKPSO Jember. Setiap tahun JFC mengusung tema yang berbeda, yang mencerminkan kekayaan budaya Indonesia serta isu-isu global. Dengan 10 defile yang tampil setiap tahun, JFC diikuti ratusan orang dari berbagai latar belakang kelompok sosial. [wir/aje]







