Banyuwangi (beritajatim.com) – Ratusan petani wanita yang tergabung dalam Kartini Tani Banyuwangi mendapat sosialisasi dari Perkumpulan Istri Karyawan Pupuk Indonesia (PIKA-PI) Group. Kegiatan ini digelar di Dusun Krajan, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu.
Ketua Umum PIKA-PI Group, Tata Rahmad Pribadi memberikan motivasi dan berkisah tentang pengalaman pribadinya dalam bertani. Awal mulanya, kegiatan itu dilakukan di pekarangan rumah.
“Awalnya, saya mencoba menanam anggrek di rumah. Pertama-tama ada yang mati. Namun dengan berjalannya waktu, anggrek yang saya tanam bisa tumbuh dengan baik,” ungkap Tata, Jum’at (2/8/2024) kemarin.
Akan tetapi, kata Tata, tidak semudah yang dibayangkan. Karena butuh proses panjang dan kerja yang nyata.
“Ternyata memang perlu kesabaran, keuletan dan ketelatenan untuk menjadi petani,” katanya.
Terutama, kata Tata, saat dirinya mencoba mengembangkan pertanian tanaman hidroponik. Di sini, dirinya memang perlu ekstra penanganan bahkan perhatian yang lebih.
“Dari sini, pertanian sangat cocok dilakukan ibu-ibu. Saya optimis Kartini Tani akan mampu memajukan sektor pertanian. Dan bisa jadi akan melebihi pertanian yang dilakukan para bapak-bapak,” ujarnya.
Tata lanjut menjelaskan mengenai program Kartini Tani. Menurutnya, program itu kali pertama launching di Bogor, Februari 2024. Awalnya, merupakan upaya dan inisiatif PIKA-PI Group dalam memberikan kontribusi positif untuk PT Pupuk Indonesia.
“Khususnya dalam meningkatkan peran serta dan keterlibatan perempuan dalam pertanian berkelanjutan dengan memanfaatkan lahan pekarangan rumah. Dengan tujuan untuk membantu perekonomian keluarga hingga mendorong tumbuh kembang UMKM,” terangnya.
Namun lebih dari itu, karena dalam praktiknya PIKA-PI Group justru membentuk Kelompok Wanita Tani (KWT) di seluruh pelosok Indonesia. Selanjutnya, selain diajak untuk ikut aktif dalam kegiatan pertanian, mereka juga diberi pendampingan serta pelatihan.
“Kartini Tani Indonesia harus bisa menjadi contoh dan inspirasi. Serta mampu berperan dalam mendukung terwujudnya ketahanan pangan nasional,” ujarnya.
Mendampingi Ketua PIKA-PI Group, Direktur Pemasaran PT Pupuk Indonesia, Tri Wahyudi Saleh, menjelaskan bahwa Kartini Tani merupakan bagian dari program pemasaran Pupuk Indonesia Menyapa.
“Kartini Tani akan sangat memberi kontribusi positif, terlebih 33 persen tenaga kerja sektor pertanian adalah perempuan,” katanya.
Salah satu sosok Kartini Tani Banyuwangi yang sukses dalam program pendampingan PIKA-PI Group juga turut tampil. Salah satunya adalah Siti Fatimah, dari KWT Pucang Anom.
Fatimah berkisah kelompoknya telah membudidayakan buah naga, sayuran dan empon-empon. Hasilnya, tidak hanya dijual mentah namun juga memberdayakan untuk menjadi produk olahan.
Di antaranya dodol buah naga, sirup buah naga, saos tomat, permen papaya, ragam minuman Kesehatan dan lainnya.
“Kami ucapkan terima kasih, banyak ilmu yang kami dapatkan. Kami ingin Kartini Tani bisa terus berkembang dan berkelanjutan,” ucapnya.
Dalam kegiatan sosialisasi ini, juga dilakukan penyerahan bantuan 500 kilogram Phonska Plus untuk KWT Banyuwangi. Serta serah terima bantuan 10 paket Petro Phonic, yang merupakan pupuk khusus tanaman hidrophonik, kepada KWT Pelataran Hayu. (rin/ian)






