Bojonegoro (beritajatim.com) – PT Pertamina EP Field Sukowati menerima penghargaan dalam bidang penurunan emisi. Penghargaan diperoleh dalam ajang Environmental and Social Innovation Awards (ENSIA) 2024, yang berlangsung di The Westin Resort Nusa Dua, Bali pada Selasa-Rabu, (30-31/7/2024).
Operator Lapangan Migas Sukowati di Bojonegoro itu menerima peringkat platinum dalam kategori penurunan emisi. Selain itu, dua Peringkat Silver kategori Efisiensi Energi dan kategori Pengurangan Limbah B3, dua Peringkat Gold kategori 3R LPNB3 dan kategori Inovasi Sosial.
Manager Sukowati Field, Arif Rahman Hakim mengatakan, dengan pencapaian beberapa penghargaan dalam bidang pengelolaan lingkungan hidup tersebut mencerminkan komitmen perusahaan dalam mempromosikan keberlanjutan dan tanggung jawab sosial.
“Dengan penghargaan yang diraih, Pertamina EP Sukowati semakin menegaskan posisinya sebagai pelopor dalam pengelolaan lingkungan dan inovasi sosial,” ujarnya, Jumat (2/8/2024).
Pria kelahiran Jawa Barat ini menambahkan PT Pertamina EP Sukowati menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya fokus pada keuntungan ekonomi, tetapi juga memperhatikan dampak lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Bicara soal Proper, pada tahun 2023 PT Pertamina EP Sukowati juga berhasil meraih Kategori Emas dengan program unggulan bidang Pertanian Organik Ramah Lingkungan. “Tidak hanya mengejar target produksi, kami turut memasang target penting bagi lingkungan dan kemasyarakatan,” tambahnya.
Sementara Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Alue Dohong yang hadir dalam acara puncak ENSIA 2024, mengapresiasi PT Pertamina EP Sukowati serta para pelaku usaha yang telah menerapkan efisiensi terhadap pengelolaan keseimbangan antara lingkungan, ekonomi, dengan sosial.
“Sebagai bentuk komitmen kepedulian perusahaan atas perubahan iklim, penanganan lingkungan hidup, Kami berharap kedepan para pelaku usaha yang menerima penghargaan dapat memberikan dan menciptakan inovasi secara berkelanjutan,” ucap Alue.
Alue Dohong menambahkan, dengan komitmen pelaku usaha dalam mengelola keseimbangan lingkungan, ekonomi dan sosial, tentunya sejalan dengan instrumen PROPER. “Bagaimana perusahaan mengelola, tak hanya aspek benefit, tetapi aspek terhadap lingkungan dan tanggung jawab sosial,” pungkasnya.
Untuk diketahui, ENSIA Awards, merupakan penghargaan yang diselenggarakan oleh PT Sucofindo dan merupakan tindak lanjut dari kebijakan pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) khususnya pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 1 Tahun 2021 tentang Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup.
ENSIA Awards mengapresiasi perusahaan yang telah menunjukkan upaya signifikan dalam inovasi lingkungan dan sosial. Pada 2024 penghargaan bergengsi itu mengusung Tema “Extraordinary Turnaround Innovation For Sustainability” yang diharapkan mampu menekan pentingnya inovasi untuk mencapai tujuan keberlanjutan.
Sejak pertama kali diadakan pada tahun 2022, ENSIA Awards telah menjadi platform penting bagi perusahaan untuk menampilkan inovasi dan berbagi praktik terbaik di bidang keberlanjutan.
Ajang ENSIA tahun ini diikuti 756 paper, dan dilakukan dengan tujuan memberikan kesempatan kepada para inovator lingkungan dan sosial dalam menerapkan upaya emisi karbon, pemberdayaan masyarakat dan mendukung proper sebagai kebijakan pemerintah.
Puncak acara ENSIA 2024 dihadiri Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Alue Dohong, Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK, Sigit Reliantoro yang diwakili Sekretaris Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian LHK, Nety Widayati.
Kemudian dari Direktur Inventarisasi Gas Rumah Kaca dan Monitoring Pelaporan Verifikasi Kementerian LHK, Hari Wibowo, dan Staf Khusus Presiden Bidang Inovasi Pendidikan dan Daerah Terluar, Billy Mambrasar. [lus/aje]






