Bondowoso (beritajatim.com) – Kualitas perkebunan tebu di Kabupaten Bondowoso meningkat dibandingkan tahun lalu. Hal ini membuat petani tebu menuai manisnya harga gula tahun ini.
General Manager Pabrik Gula Pradjekan, Sholeh Kusuma mengatakan, faktor yang mempengaruhi harga gula lokal tahun ini secara garis besar hampir sama dengan tahun lalu.
“Dipengaruhi ketersediaan gula di awal yang masih kurang, karena impor gula agak melambat. Ini berdampak pada harga gula lokal cenderung naik,” ungkap Sholeh Kusuma kepada BeritaJatim.com, Kamis (1/8/2024).
Menurutnya, kualitas tebu dari petani Bondowoso masih baik dan bisa menghasilkan kualitas tebu yang manis, bersih dan segar (MBS).
“Utamanya kebersihan yang cenderung lebih baik dibanding daerah lain,” akunya.
Berdasarkan data, harga acuan pemerintah untuk gula lokal sebesar Rp 14.500 per kilogram.
“Harga acuan ini pastinya juga disambut gembira oleh petani dan PG (Pabrik Gula), karena pendapatan petani juga meningkat bila dibanding tahun lalu,” ulasnya.
Kendati demikian, tingkat rendemen tebu tahun ini sedikit lebih turun dibandingkan tahun lalu. Terlihat dari hasil analisa pendahuluan nilainya lebih rendah.
“Kondisi ini pengaruh dari musim hujan yang agak mundur, berdampak pada kemasakan tebu cenderung agak lambat,” bebernya.
PD Pradjekan Bondowoso menargetkan tingkat rendemen tabu tahun ini sebesar 8,16 persen.
“Kami berharap petani tebu Bondowoso untuk selalu tetap menerapkan budidaya tebu yang baik, agar produktivitasnya meningkat,” harapnya.
Ia menambahkan, petani tebu juga harus menerapkan dan mempertahankan pola pasca panen dengan budaya tebang bersih (MBS).
“Serta agar tetap antusias mengembangkan lahan perluasan tebu untuk mendukung program Swasembada gula,” pesannya.
Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Kabupaten Bondowoso, Rolis Wikarsono mengakui stabilnya harga jual gula lokal di Bondowoso.
“Untuk sekarang harga lumayan stabil. Harga gula masih terjaga,” sebutnya dikonfirmasi terpisah.
Ia menyebut jika harga acuan sebesar Rp 14.500 per kilogram cukup menguntungkan bagi petani tebu. Di saat harga gula lokal di pasaran Rp 17.500 per kilogram.
“Sementara selama ini penjualan kita di atas Rp 14.500. Artinya masih dalam batas koridor,” paparnya.
Rolis menyatakan bahwa luas areal tebu di Kabupaten Bondowoso mencapai 6 ribu hektar.
“Rendemen rilis tahun ini di angka 8 persen. Itu sudah bagus. Ditambah dengan harga acuan dari Bapanas (Badan Pangan Nasional), petani untung,” akunya. (awi/ian)






