Surabaya (beritajatim.com)– Dibalik keindahan gerak dan ekspresi tarian Marsan yang memukau, tersimpan sejarah panjang perjuangan rakyat Banyuwangi dalam melawan penjajahan Belanda. Tarian yang berkembang dari tahun 1890 ini memiliki peran yang strategis dalam mengumpulkan informasi untuk melawan penjajah.
Sosok Marsan, seorang penari Gandrung pria yang sangat piawai, menjadi ikon di balik sejarah panjang tarian ini. Pada masa penjajahan Belanda, para penari Gandrung, terutama laki laki, seperti Marsan, dimanfaatkan sebagai mata mata untuk mengumpulkan informasi mengenai pergerakan pasukan Belanda. Dengan berkeliling dari kampung ke kampung, para penari ini dapat dengan mudah mendapat informasi yang dibutuhkan oleh para pejuang kemerdekaan.
Informasi yang diperoleh dari para penari Gandrung kemudian digunakan untuk menyusun strategi perlawanan. Berkat jaringan mata mata yang dibangun melalui tarian ini, para pejuang Banyuwangi dapat meluncurkan serangan serangan mendadak terhadap penjajah.
Seiring berkembangnya waktu, peran penari Gandrung mulai mengalami pergeseran. Yang awalnya didominasi oleh penari laki laki, kini peran penari perempuan semakin dominan. Semi, seorang penari perempuan yang dianggap sebagai penari gandrung wanita pertama yang sangat terkenal. Kisah hidupnya yang penuh dengan keajaiban semakin memperkuat posisi tarian Gandrung dalam masyarakat di Banyuwangi.
Semi, yang awalnya menderita sakit parah, secara ajaib sembuh dan dapat menunjukkan bakatnya dalam menari. Berawal dari usaha Mak Midah, Ibu Semi, yang tengah putus asa mencari cara untuk menyembuhkan penyakit yang diderita oleh Semi. Akhirnya, Mak Midah melakukan ritual kuno, ia melantunkan nyanyian sambil membakar kemenyan di atas dupa. Berharap asapnya dapat membawa kesembuhan bagi Semi.
Anehnya, saat menghirup asap kemenyan, Semi tiba tiba terjatuh dan melakukan gerakan tari yang menyerupai tarian Gandrung. Sejak saat itu, Semi sering menari di halaman rumahnya sambil diiringi tembang tembang yang dilantunkan oleh Mak Midah. Kemampuan menari Semi semakin hari semakin meningkat, sebelumnya Semi sama sekali tidak memiliki bakat menari. Kejadian ini membuat banyak orang heran dan menganggapnya sebagai suatu keajaiban.
Keunikan ini kemudian menarik perhatian banyak orang. Semi banyak diundang untuk tampil dalam berbagai acara dan langsung menjadi pusat perhatian. Kemampuan menari yang luar biasa serta kisah hidup yang inspiratif membuatnya dinobatkan sebagai penerus Marsan, Gandrung Pria yang terkenal pada masanya.






