Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Hayam Wuruk (UHW) Perbanas Surabaya telah menutup kegiatan Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) Batch 4 Inbound selama satu semester genap tahun 2023/2024.
Pelepasan mahasiswa inbound di UHW Perbanas Surabaya itu dibalut dengan acara Kirab Budaya Nusantara dengan menampilkan beragam budaya daerah asal para mahasiswa.
Koordinator PMM UHW Perbanas Surabaya Titis Puspitaningrum Dewi Kartika menuturkan pada PMM Batch 4 ini pihaknya menerima 37 mahasiswa nusantara dari 26 perguruan tinggi di Indonesia. ”Selain belajar tentang akademik, mereka juga belajar non akademik yaitu bernama modul nusantara. Kegiatannya meliputi refleksi, kebhinekaan, jalan-jalan, dan mengenal budaya di Kota Surabaya dan sekitarnya di Jawa Timur,” kata Titis, Senin (29/7/2024).
Selama program PMM, Titis dan timnya mengajak mahasiswa nusantara mengenal budaya Kota Surabaya secara merata sesuai periode masing-masing. Ke Tugu Pahlawan selalu jadi pilihan yang harus jadi agenda wajib.
Sementara terkait budaya UHW Perbanas kuliahnya pertama dimulai pagi pukul 06.15 pagi, ada sejumlah mahasiswa nusantara yang belum terbiasa. “Mahasiswa dari luar pulau (Jawa) masih kesulitan. Jadi, akhirnya mereka sangat bisa untuk menyesuaikan,” tambahnya.
Pihaknya pun berharap kegiatan PMM dapat terus diadakan. Sebab, program ini memberikan kesan, baik bagi pengelola, mahasiswa, maupun dosen pengampu mata kuliah. “Banyak pelajaran yang dipetik,” ungkapnya.
Sementara itu, Rindu Sefira, mahasiswi asal Universitas Hamzanwadi memiliki kesan tersendiri selama satu semester mengikuti PMM. Baginya, berkumpul dengan mahasiswa nusantara bidang menjadi wadah sharing. “Hal yang saya senangi selama kegiatan adalah berkumpul bersama teman se-nusantara dan bertukar pendapat sesuai pribadi, karakter daerah masing-masing. Itulah yang sangat seru,” tuturnya.
Ia menambahkan, budaya Surabaya yang dikenalnya soal makanan adalah petis. “Kalau orang Surabaya itu nggak akan jauh dari Namanya Petis. Itu salah satu budaya yang Rindu dapatkan di sini dan nggak Rindu dapati di Lombok,” ungkapnya. [ipl/kun]






