Jember (beritajatim.com) – Setelah menantu Bupati Hendy Siswanto, Try Sandi Apriana, lengser dari posisi ketua, Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat Kabupaten Jember, Jawa Timur, berbalik arah mendukung Muhammad Fawait dalam pemilihan kepala daerah. Sebelumnya, saat dipimpin Sandi, Demokrat adalah pendukung setia Hendy di pemerintahan.
Dukungan untuk Fawait dideklarasikan Pelaksana Tugas Ketua DPC Partai Demokrat Jember Mahathir Muhammad, di Hotel Luminor, Minggu (28/7/2024) malam. “Gus Fawait adalah sosok yang menjawab kebutuhan Jember. Ini alasan paling utama,” katanya.
“Kenapa seperti itu? Satu, profil beliau yang membuat kami yakin bahwa di tangan Gus Fawait Jember ini akan maju. Partai Demokrat di DPP dipimpin Mas AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) yang masih muda. Di Jawa Timur, dipimpinan Mas Emil (Dardak) yang masih muda,” kata Mahathir.
Mahathir menegaskan komitmen Partai Demokrat untuk menempatkan banyak anak muda dalam garda terdepan pembangunan nasional. “Dalam konteks pembangunan daerah, Gus Fawait tidak hanya muda, tapi punya latar belakang pengalaman yang sangat panjang. Bahkan tidak hanya di level kabupaten, tapi di provinsi. Jadi komunikasi beliau di level gubernur dan wakil gubernur,” katanya.
Fawait juga dinilai Mahathir representasi pesantren. “Kita tahu selama beberapa kali pilkada, Jember tidak pernah dipimpin santri,” katanya.
Alasan kedua Demokrat mendukung Fawait adalah belum pernah adanya anak muda yang menjadi pemimpin tertinggi di Jember. Demokrat ingin memilih pemimpin yang bisa besar, berjuang, dan sukses bersama.
“Selain itu beliau punya latar belakang komplet. Aktivis ya, santri ya, dan secara akademik beliau unggul daripada yang lain. Itulah yang akhirnya membuat kami yakin dan sangat yakin memberikan dukungan kepada Gus Fawait,” kata Mahathir.
Kendati mendukung, Demokrat tak bisa mencalonkan Fawait. Hal ini dikarenakan berdasarkan hasil pemilihan umum 14 Februari 2024, partai berlambang berlian Mercy ini tidak memperoleh kursi di DPRD Kabupaten Jember.
Namun Fawait tetap berterima kasih atas dukungan Demokrat. “Demokrat partai besar. Tapi di Jember, Partai Demokrat justru kehilangan kursi. Berarti ada semacam kesalahan manajemen. Tidak mungkin partai sebesar Demokrat kehilangan kursi. Mudah-mudahan ke depan saya bisa membuat Partai Demokrat dalam Pemilu 2029 memiliki kursi di parlemen,” kata politisi Partai Gerindra ini.
“Saya sudah mendapatkan delapan surat tugas dari partai-partai. Salah satu poin paling penting adalah bagaimana membentuk koalisi. Saya pikir satu-satunya calon yang paling siap mitra koalisinya adalah kami, karena kami tidak cuma dapat surat tugas dari satu partai tapi dari banyak partai,” katanya.
Pekan depan Fawait akan mulai memproses rekomendasi ke dewan pimpinan pusat semua partai yang telah mengeluarkan surat tugas. “Tapi sabar ya kawan-kawan. Jangan keburu minta dipublikasi. Surpriselah,” katanya.
Delapan partai itu adalah Gerindra, PKB, Nasdem, Golkar, PKS, PAN, PPP, dan PDI Perjuangan. Dua partai terakhir mengeluarkan surat tugas untuk dua nama. Selain Fawait, PPP menerbitkan surat tugas untuk Faida, dan PDIP menerbitkan surat tugas pula untuk Hendy Siswanto.
Fawait mengaku bangga dengan dinamika politik di Jember akhir-akhir ini. “Inilah pesta demokrasi. Pesta harus bahagia, harus ramai. Sebagai kader partai politik, (saya menganggap) dinamika adalah hal yang lumrah dan wajar. Tidak ada yang perlu kita kagetkan,” katanya. [wir]







1 Komentar
Secara personal hendyk yg terbaik