Pamekasan (beritajatim.com) – Empat ‘belanja pokok’ wajib dimiliki setiap figur yang akan bersaing pada pelaksanaan pesta demokrasi, tidak terkecuali untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Pamekasan.
“Setiap figur yang akan maju di Pilkada, wajib memiliki empat jenis belanja pokok, meliputi belanja partai, belanja sistem, belanja tokoh hingga belanja rakyat,” kata Sekretaris DPD PAN Pamekasan, Heru Budi Prayitno, Sabtu (27/7/2024).
Hal tersebut bukan tanpa alasan, sebab pihaknya menilai sangat berat jika seorang figur maju tanpa keempat modal tersebut. “Jadi kita harus realistis lah, sangat sulit jika figur tidak memiliki keempat modal ini,” ungkapnya.
“Belanja partai sudah jelas, karena hal ini berhubungan erat dengan rekomendasi partai sebagai pengusung. Apalagi saat ini tidak ada satupun partai di Pamekasan, yang dapat mengusung sendiri tanpa koalisi (dengan partai lain),” imbuhnya.
Fenomena tersebut juga berlaku untuk untuk belanja sistem, hal tersebut dibuktikan dengan tingginya angka operasional untuk suksesi pemilu. “Tentunya sistem juga menjadi penentu dalam kontestasi pilkada,” tegasnya.
“Belum lagi untuk belanja tokoh yang tentunya juga membutuhkan modal besar, termasuk juga belanja rakyat yang harus diakomodir sedemikian rupa. Dan semuanya harus dimiliki oleh setiap figur yang akan bersaing di setiap pemilu, termasuk pilkada Pamekasan,” pungkasnya.
Sejauh ini, terdapat beberapa figur potensial untuk bersaing di Pilkada Pamekasan, khususnya untuk bakal calon bupati Pamekasan. Seperti Achmad Baidowi, Ali Wafa Subki, Fattah Jasin, KH Kholilurrahman, serta beberapa nama lainnya.
Bahkan dari beberapa figur tersebut, sebagian sudah memiliki surat tugas dari sejumlah partai politik (parpol) yang akan mengusung mereka. Terlebih saat ini, tidak ada satupun parpol di Pamekasan, yang dapat mengusung figur secara mandiri. [pin/suf]






