Kediri (beritajatim.com) – Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPFB) Kabupaten Kediri dr. Ari Purnomo Adi menyerahkan berkas pendaftaran sebagai bakal calon wakil Bupati Kediri periode 2024-2029 ke Kantor DPC PDI Perjuangan setempat. Pria yang akrab disapa Pak Dokter siap mendampingi bakal calon Bupati Kediri petahana Hanindhito Himawan Pramana alias Mas Dhito.
“Kita menyerahkan surat permohonan kepada Ketua DPC PDIP Kabupaten Kediri agar kami mendaftar sebagai calon wakil bupati via PDIP Kabupaten Kediri. Ini amanah langsung dari Ketua DPC PDIP pada minggu lalu. Dengan begini, berarti kami menyatakan kesiapan kami dan serius serta bertanggung jawab terutama kepada relawan-relawan yang sudah mengusung kami,” ungkap dr. Ari, pada Selasa (23/7/2024).
Sebelumnya, politisi lokal itu mendapatkan dukungan dari sejumlah relawan untuk maju sebagai Bacawabup Kediri. Diantaranya dari para kiai kampung, anak kiai alias gus dan kelompok masyarakat. Sebagai bentuk kesiapan, dr. Ari pun kemudian safari politik ke sejumlah partai koalisi Mas Dhito antara lain, PAN, PDIP dan Golkar.
Sebagai kader Partai Gerindra dan pernah diusung sebagai Calon Bupati Kediri tahun 2015 silam, dr. Ari tidak mempermasalahkan partainya yang telah mengeluarkan surat rekomendasi kepada Mas Dhito dan menyodorkan kader lain Roaitu Nafif Laha sebagai bacawabup dari putra Seskab Pramono Anung Wibowo tersebut.
“Alhamdulillah regenerasi di Partai Gerindra itu sangat bagus dan cepat. Kita tahu, saya, pak Arif dan teman-teman lain itu adalah generasi pertama. Dan sekarang muncul generasi kedua, generasi muda yang sangat hebat dimotori oleh pak Ketut sebagai Ketua DPC dan Bu Nafif yang baru masuk dan langsung berprestasi lolos untuk tingkat Jawa Timur. Ini merupakan kebanggaan kami. Saya secara pribadi sangat mengapresiasi dan bersyukur karena regenerasi di Gerindra Kabupaten Kediri itu mulus dan smooth, tanpa ada konflik yang berarti,” paparnya.
Meskipun begitu tidak menyurutkan sedikit pun niat dr. Ari untuk bisa menjadi bacawabup Mas Dhito. Menurutnya, selama Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri belum menetapkan calon Bupati dan Wakil Bupati Kediri periode 2024-2029, maka ia masih berpeluang.
“Sampai titik terakhir nanti pendaftaran calon bupati dan wakil bupati kepada KPU, berarti kesempatan masih terbuka lebar. Partai-partai politik lain juga punya hak untuk menyatakan pendapat dan itu sudah diwadai oleh undang-undang dan diperbolehkan serta tidak melanggar hukum. Apabila sudah dinyatakan secara dok oleh KPU bahwa calonnya si A, si B dan si C, maka kami akan tegak lurus terhadap keputusan tersebut,” tegasnya.
Terpisah, Ketua Bappilu DPC PDIP Kabupaten Kediri Tri Effendi mengatakan, pihaknya telah menerima berkas pendaftaran bacawabup dr. Ari Purnomo Adi. Selanjutnya, DPC PDIP akan menindaklanjutinya dengan menggelar rapat pleno.
“Saya selaku Ketua Bapilu sudah menerima. Insya Allah akan ditindajlanjuti dan di diplenokan dulu. Dan ditindaklanjuti ke DPD dan DPP. Karena keputusan ada di DPP. Saya ucapkan terima kasih kepada dr. Ari yang sudah peduli terhadap DPC PDIP Kabupaten Kediri untuk bersama-sama membangun Kediri yang lebih baik ke depan,” tutupnya. [nm/ian]






