Ponorogo (beritajatim.com) – Para panitia pemutakhiran data pemilih (Pantarlih) di Kabupaten Ponorogo sudah menyelesaikan 100 persen pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih. Dari data pemilih penduduk potensial pemilu (DP4) sebanyak 771.168 orang yang sudah dicoklit, diketahui ada sebanyak 17.291 orang, yang merupakan pemilih baru.
Sehingga mereka pada bulan November 2024 nanti, akan menjadi pengalaman pertama berpartisipasi dalam pesta demokrasi 5 tahunan tersebut. “Coklit sudah selesai 100 persen, ada 17.291 pemilih baru atau pemula,” kata salah satu Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ponorogo, Khusnul Khotimah, Selasa (23/07/2024).
Dari jumlah 17.291 pemilih baru itu, kata Khusnul bisa terdiri dari warga Ponorogo yang sudah cukup umur mempunyai kewenangan untuk memilih, juga ada pemilih baru yang dikarenakan sudah pensiun dari TNI dan Polri. Dalam pencoklitan untuk pensiunan TNI dan Polri itu, mereka harus bisa menunjukkan atau melampirkan bahwa yang bersangkutan benar-benar sudah pensiun. “Pensiunan TNI dan Polri itu termasuk pemilih baru. Mereka harus ada bukti bahwa benar-benar pensiun,” katanya.
Selain mendapati pemilih baru, dalam coklit tersebut, Khusnul menyebutkan bahwa juga ada data yang tidak memenuhi syarat (TMS) dan ada juga keterangan ubah data. Untuk jumlah yang TMS, laporan sementara yang diperoleh Khusnul, ada 24.421 data. Data tersebut TMS, ada juga alasannya, seperti meninggal, pindah domisili maupun ganda. Sementara untuk keterangan dath data ada 9.253.
“Ubah data itu maksudnya, misal seseorang belum malam ini menikah. Nah, dalam data tersebut belum menikah, nah saat itu ada perbaikan data, dari keterangan lajang menjadi sudah menikah,” katanya.
Dalam kurang dari sebulan proses coklit ini, Khusnul menyebutkan bahwa para pantarlih tidak mendapatkan kendala yang berarti. Kendala justru terjadi di perumahan yang berada di dalam kota. Saat akan mencoklit, tuan rumah tidak ada di tempat. Keadaan itu, banyak terjadi di wilayah perumahan yang kebanyakan penghuninya para pekerja. Namun, karena keteguhan dari petugas, akhirnya ketemu dan dilakukan pencocokan data.
“Alhamdulillah coklit berjalan lancar, kendala ya sedikit, jika petugas menjalankan tugas di perumahan, sering tidak ketemu dengan yang bersangkutan. Tapi dengan kegigihan kawan pantarlih, akhirnya bisa ketemu,” pungkasnya. (end/kun)






