Surabaya (beritajatim.com) – Indra Sjafri, Pelatih Timnas Indonesia akui jika anak asuhnya masih kerap melakukan kesalahan dalam passing. Hal ini yang membuat pola permainan anak asuhnya tidak berjalan lancar, hal ini terlihat dalam pertandingan kedua Asean U19 Boys Championship 2024.
Usai memenangkan lawan melawan Cambodia, Indra menjelaskan jika pertahanan Kamboja cukup bagus yang membuat anak asuhnya susah membongkarnya. Di babak pertama pola permainan anak asuhnya lebih banyak mencoba tendangan langsung dari luar kotak pinalti.
Masuknya M Kafiatur yang mengubah pola permainan Indonesia yang mulanya minim kreasi, adanya pemain bernomor punggung 10 membuat lini serang Indonesia lebih hidup.
Sejatinya, kedua tim sama-sama bermain cukup bagus dengan jual beli serangan keduanya cukup ciamik. Namun beberapa kali pemain Kamboja akan melakukan serangan balik dapat diantisipasi pemain Timnas Indonesia.
Meskipun sudah dipastikan lolos dari fase grup, Indra Sjafri meminta anak asuhnya untuk tidak jumawa. Dipertandingan fase grup kami tetap akan melakukan rotasi untuk menjaga kebugaran pemain. [way/aje]






