Surabaya (beritajatim.com) – Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mengkreasikan daun cincau dan kayu manis menjadi pengharum ruangan alami. Produk ini dibuat dengan memperhatikan kesehatan konsumen.
Persoalan polusi udara dalam ruangan yang bisa mengganggu kesehatan menjadi latar belakang tercetusnya inovasi ini. Selain itu, juga melihat banyaknya pengharum ruangan sintetis yang beredar di masyarakat.
“Paparan polusi udara di ruangan dapat mengakibatkan alergi dan gangguan pernafasan. Ada partikel yang bisa mengganggu kesehatan pernafasan,” kata anggota tim PKM-K Unesa Nia Kurniawati, Sabtu (20/7/2024).
Ia mengungkapkan, saat ini banyak beredar pengharum ruangan yang mengandung bahan sintetis, dan itu berbahaya serta mengganggu kesehatan pernafasan karena mengandung bahan kimia.
Atas permasalahan itulah, Nia dan timnya melahirkan inovasi produk pengharum ruangan berbahan alami dari ekstrak daun cincau dan minyak esensial kayu manis yang diberi nama Aeris Cincau.

Aeris Cincau menghadirkan tiga edisi yaitu reed diffuser, apple bottle dan pouch. Ketiga edisi ini dirancang sesuai kebutuhan konsumen, sehingga dapat digunakan di ruangan, lemari baju, mobil dan ramah bagi lingkungan.
“Selain jadi solusi pengharum ruangan yang aman bagi kesehatan pernafasan, produk ini dikembangkan agar mampu membantu komoditas lokal. Karena bahan-bahan yang diperlukan dapat diambil dari petani lokal,” jelas Nia.
Aeris Cincau juga terbilang unik bagi pengharum ruangan. Sebab, bahan yang digunakan biasanya untuk membuat jeli cincau, ternyata dapat dibuat sebagai pengharum ruangan karena terdapat kandungan flavonoidnya.
Flavonoid merupakan senyawa fenolik yang memiliki sifat antioksidan sehingga efektif untuk antibakteri dan antipolutan. Selain cincau, Aeris Cincau mengandung minyak esensial kayu manis.
“Kayu manis memiliki kandungan bioaktif yang aman bagi kesehatan tubuh dan memiliki aroma menenangkan sehingga dapat mengurangi stress,” jelas Nia.
Keunggulan dari produk ini terletak pada kemasan ramah lingkungan dan bahan dasar yang memperhatikan kesehatan pernafasan. Ke depanya produk ini akan dikembangkan sehingga menjadi produk inovatif yang memperhatikan kesehatan konsumen.
Sebagai informasi, inovasi pengharum ruangan alami ini dibuat oleh tim yang terdiri dari Nia Kurniawati, Helian Dwi Mufida, Fannisa Amalia Sholiha, Nicolle De Bell dan Fairus Sahira Ali. Inovasi yang tembus pendanaan PKM-K tahun 2024 ini dibimbing Muamar Zainul Arif. [ipl]






