Ponorogo (beritajatim.com) – Harga cabai rawit di Kabupaten Ponorogo meroket. Di Pasar Legi Ponorogo, harga cabai rawit sudah mencapai Rp75 ribu hingga Rp80 ribu per kilogram (kg).
Lonjakan harga ini, tidak hanya memberatkan pembeli tetapi juga berdampak pada penurunan kualitas cabai yang dijual. Harga yang mahal membuat warga membeli dengan jumlah sedikit, sehingga banyak cabai yang rusak dan busuk.
Suprihatin, salah satu pedagang di Pasar Legi mengungkapkan, harga cabai rawit yang sebelumnya hanya Rp45 ribu per kg, kini melambung hingga Rp80 ribu per kg. Kenaikan harga cabai rawit ini, sudah mulai sejak 5 hari yang lalu.
“Harga naik drastis hingga Rp80 ribu per kg. Selain itu, kualitas cabai juga menurun karena banyak yang rusak,” kata Suprihatin, Sabtu (20/7/2024).
Hal senada juga diungkapkan pedagang Pasar Legi lainnya, Evi Anggraini. Di lapaknya, harga cabai rawit mencapai Rp75 ribu per kg.
Akibat kenaikan harga yang tinggi, minat pembeli menurun drastis. Melihat kondisi tersebut, terpaksa Ia tidak bisa menyetok banyak. Sebab, takut cabai rawit itu tidak laku dan busuk.
“Saya tidak berani menyetok banyak cabai seperti biasanya. Jika biasanya menyetok 20 kg, kini hanya berani menyetok 10 kg saja,” kata Evi.
Tidak hanya cabai rawit, kenaikan harga juga terjadi pada beberapa komoditas lainnya. Cabai merah besar mengalami kenaikan dari Rp25 ribu menjadi Rp32 ribu per kg, bawang putih dari Rp25 ribu menjadi Rp35 ribu per kilogram, dan mentimun dari Rp7.000 menjadi Rp10 ribu per kg.
“Ada juga barang lainnya yang juga naik, tapi tak sedrastis harga cabai rawit,” pungkasnya.
Sementara itu, Sringatun, salah satu warga Ponorogo yang membeli cabai rawit di Pasar Legi mengaku kaget dengan kenaikan harga cabai rawit tersebut. Ia berharap, harganya kembali normal lagi seperti sebelum-sebelumnya.
“Saya merasa keberatan dengan harga cabai yang mahal seperti saat ini,” pungkasnya. [end/beq]






