Surabaya (beritajatim.com) – Jens Raven, pemain diaspora Timnas Indonesia ini mengaku jika dirinya merasa sangat grogi ketika diturunkan sang pelatih Indra Sjafri di pertandingan perdana
ASEAN U19 Boy Championship 2024, melawan Filipina, Rabu malam.
Penampilan perdananya di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya ini cukup menakjubkan. Bermain di babak kedua Raven berhasil menyumbangkan satu gol cantik dihadapan ribuan supporter Indonesia.
Sebelumnya ia meminta sang pelatih untuk diberikan waktu bermain lebih dari 20 menit dan berjanji untuk memberikan penampilan terbaiknya dan mencetak gol. Hasilnya bermain apik gol Jens menambah gol Indonesia menjadi 6-0 atas Filipina.
Indonesia akan bermain tiga kali di fase penyisihan grup A, Asean U19 Boy Championship untuk bisa lolos di fase berikutnya. Raven berharap para suporter tetap mendukung timnas dan datang ke stadion saat pertandingan melawan Cambodia.
Raven adalah pemain klub kasta kedua Liga Belanda (Eerste Divisie), FC Dordrecht U-21. Berdasarkan catatan statistik musim 2023/2024, penyerang berusia 18 tahun ini telah membukukan empat dari sembilan pertandingan bersama Dordrecht.
Garis keturunan Indonesia Raven berasal dari pihak ayah, tepatnya Yogyakarta. Nenek Raven, Willy Maudy Baumgarten lahir di Yogyakarta pada 6 April 1944 silam. [ian]






