Malang (beritajatim.com) – Mahasiswa Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) melakukan penyusunan studio wilayah di Kabupaten Mahakam Ulu. Hasil akhirnya dipresentasikan pada para pejabat Mahakam Ulu, di Hotel Santika Premiere Gubeng, Surabaya, pekan lalu.
Inovasi ini menjadi sejarah baru bagi ITN Malang karena melibatkan 60 mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) dalam memotret wilayah kabupaten. Di samping itu, mereka juga mampu menyusun dan mempresentasikannya.
Salah satu mahasiswa yang terlibat, Dian Vernanda Panie menuturkan bahwa ilmu dipelajari di kampus dapat diterapkan dalam studio perencanaan wilayah. Mereka terbagi dalam 12 sektor masing fokus mencari dan mengidentifikasi potensi.
“Kami mengidentifikasi permasalahan yang nantinya akan dianalisa dan dilakukan proses perencanaan. Mereka memetakan semua mulai dari fisik dasar, kebencanaan, struktur ruang, dan pola ruangnya,” jelasnya.
Dijelaskan Dian, banyak manfaat dan pengalaman yang didapatkannya. Mulai berangkat ke Mahulu, di sana transportasi lewat sungai. “Kami sulit memperoleh data dari BPS karena banyak data yang kosong. Apalagi Kabupaten Mahulu merupakan kabupaten baru pemekaran dari Kabupaten Kutai Barat.” katanya.
Dian bersyukur dapat ikut mempresentasikan laporan akhir nya di hadapan para pejabat Mahakam Ulu. Ia mempresentasikan sektor infrastruktur.
Mahasiswa asal Kabupaten Timor Tengah Utara NTT itu, awalnya sempat merasa grogi. Ia khawatir penjelasannya tidak sesuai dengan ekspektasi para pejabat atau salah menjelaskan kondisi yang ada disana.
“Syukurlah, kami bisa melewatinya (presentasi) dengan baik. Ternyata Pemerintah Daerah Kabupaten Mahakam Ulu sangat antusias. Mereka paham dengan baik, dan memaklumi mungkin ada yang kurang dari kami,” tutupnya.
Di samping itu, dosen pembimbing Studio Perencanaan Wilayah, Arief Setiyawan ST., MT., Pemkab Mahakam Ulu mengapresiasi dengan kehadiran mahasiswa dalam mempresentasikan hasil akhirnya. Pada acara “Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Studio Wilayah di Kabupaten Mahulu” hadir para pejabat, yaitu Kepala Dinas PU, Bappelitbangda, Kabag Perekonomian, dan lainnya.
“Untuk mahasiswa pergi jauh tidak ada kendala, karena ini merupakan tugas dari Studio Perencanaan Wilayah di PWK. Dalam studio wilayah kali ini tingkat keseriusan mahasiswa sangat diapresiasi oleh Mahulu. Mereka menilai mendatangkan mahasiswa ke Mahulu sangat membantu dalam memotret potensi daerahnya,” kata Arief saat ditemui di Kampus 1 ITN Malang pada Rabu (17/07/2024).
Perlu diketahui Pemkab Mahulu mensuport penuh biaya akomodasi mahasiswa pergi-pulang dari Kota Malang ke Mahakam Ulu. Studio Perencanaan Wilayah merupakan studio akhir sebelum mahasiswa melaksanakan kuliah praktek (KP).
Mereka memotret seluruh wilayah di Mahulu, dengan perencanaan wilayah skala peta 1:50.000 artinya 1 cm di peta maka di lapangan jarak sebenarnya 500 m. Arif menjelaskan, selama 2 minggu 60 mahasiswa PWK memotret seluruh wilayah di Mahakam Ulu.
Mereka dibagi dalam 12 kelompok atau sektor yang tersebar dalam 5 kecamatan yang jaraknya saling berjauhan. Mahasiswa mengumpulkan data base, dan menganalisa sektor yang menjadi pengembangan Mahakam Ulu.
Ada sektor pertambangan, pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan, perdagangan, jasa, industri, pariwisata, transportasi, dan lain sebagainya. Ditambah juga materi yang sedang trend saat ini yakni ekonomi kreatif.
Arief berkeyakinan laporan ini menjadi suport sistem dari perencanaan wilayah di Kabupaten Mahulu, karena validitasnya diambil langsung dari lapangan. “Laporan akhir ini bentuknya laporan dan album peta, serta poster dari sisi urban desain, dan Majalah Mata Ruang.
Jadi kegiatan di Surabaya kemarin murni untuk pameran hasil dan presentasi akhir sebagai pertanggung jawaban kami. “Sejauh mana kami serius memberikan hasil, dan ini mendapat apresiasi positif,” tuturnya.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Mahakam Ulu, Gerry Gregorius, SE., M.Si., Ak., CA mengapresiasi hasil kerja mahasiswa melalui program kerjasama Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) dengan ITN Malang.

“Kabupaten Mahulu termudah di Provinsi Kalimantan Timur yang salah satu permasalahannya aksesibilitas. Ada 4 permasalahan majeure pertumbuhan ekonomi, SDM, pendapatan masih rendah, dan angka kemiskinan masih tinggi. Dengan adanya dokumentasi wilayah ini semoga dapat membantu kami Bappelitbangda,” ujar Gerry, sapannya.
Mahulu sedang menyusun Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP). Studio wilayah diintegrasikan ke RPJP 2025-2045. Studio Perencanaan Wilayah, PWK ITN Malang sudah lama terlaksana dengan aktivitas mahasiswa memotret wilayah kota atau kabupaten.
Studio Perencanaan Wilayah pernah diadakan di Atambua dan Timor Tengah Selatan NTT, Toraja Sulawesi Selatan, Bali, dan lainnya. Namun untuk mensupport kerjasama institusi dengan pemerintah daerah baru kali pertama ini dilaksanakan. (dan/kun)







1 Komentar
MENYALA 🔥