Banyuwangi (beritajatim.com) – Banyuwangi berharap agar adanya pembentukan Badan Narkotika Nasional (BNN) di daerahnya. Bahkan, secara khusus Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bertemu langsung pihak BNN untuk meminta dukungan itu.
“Alhamdulillah, pekan lalu sudah ada rapat bersama Forkopimda Banyuwangi, BNN Pusat, BNN Jatim terkait ikhtiar pembentukan BNN Banyuwangi,” kata Ipuk.
Menurut Ipuk, hal itu dianggap penting lantaran demi kelangsungan generasi muda.
“Ini penting sebagai instrumen untuk menanggulangi peredaran narkoba yang mengancam generasi muda kita,” terangnya.
Selain itu, kata Ipuk, keberadaan BNN Banyuwangi akan mampu melipatgandakan kerja lintas sektor dalam pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika.
“Dengan sinergi bersama pemerintah daerah, kepolisian, masyarakat, dan berbagai elemen lainnya; kehadiran BNN Banyuwangi akan semakin mengefektifkan upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba. Kami berterima kasih kepada BNN terkait pembentukan BNN Banyuwangi,” jelas Ipuk.
Sementara itu, baik BNN dan Pemkab Banyuwangi telah melakukan rapat teknis pembentukan BNN. Dalam rapat itu, diikuti oleh Karo SDM BNN RI, Brigjen Pol Muhammad Zainul Muttaqin, Kepala BNPP Jatim Brigjen Pol (Purn) Muhammad Aris Purnomo, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, serta jajaran Forkopimda setempat.
Brigjen Zainul mengapresiasi peran aktif Pemkab Banyuwangi dalam upaya pembentukan BNN di Banyuwangi. Menurutnya ini menunjukkan komitmen pemda dalam memutus mata rantai peredaran narkoba di wilayahnya.
“Pertemuan ini merupakan satu langkah besar untuk dapat segera dibentuk BNN di Kabupaten Banyuwangi. Harapan kami, BNNK Banyuwangi dapat segera dibentuk,” kata Zainul.
Menurut Zainul, keberadaan BNN di Banyuwangi akan mampu mengantisipasi penyalahgunaan narkoba. Terlebih juga mampu melakukan mitigasi ancamannya.
“Sebagai salah satu daerah dengan wilayah terluas di Jatim, Banyuwangi seyogyanya perlu memiliki BNN untuk meminimalisasi risiko-risiko yang ada,” pungkasnya. [rin/aje]






