Sumenep (beritajatim.com) – Gen Z Sumenep dan Generasi Emas Nusantara (GEN) Sumenep menyatakan dukungan pada Emil Elestianto Dardak untuk melanjutkan kepemimpinannya bersama Gubernur Khofifah Indar Parawansa.
Saat meet and greet yang digelar di Ayoka Cafe Sumenep, anak-anak muda yang tergabung dalam gen Z mengenakan kaos bergambar Emil Dardak. Berkonsep ‘meet and greet’, anak-anak muda ini menggeber dialog bertema ‘Gen Z Menuju Indonesia Emas’ di Ayoka Cafe Sumenep.
Selain itu, kaum milenial yang tergabung dalam Generasi Emas Nusantara (GEN) juga menyatakan dukungan pada Emil Dardak saat menggelar Talkshow ‘Generasi Emas: Menghadapi Tantangan, Meraih Peluang’. Dialog itu digelar di Lotus Cafe Sumenep.
Ketua Gen Sumenep, Atiqur Rahman mengatakan, ia dan anak-anak muda Sumenep yang tergabung di gen Z berharap agar duet Emil dan Khofifah bisa berlanjut. “Doa kami, semoga Ibu Khofifah dan mas Emil terpilih kembali sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur,” ujarnya.
Atiqur menegaskan, kolaborasi Khofifah – Emil sebelumnya telah memberikan dampak positif bagi pengembangan skill dan kewirausahaan milenial di Sumenep. “Karena itulah kami berharap kolaborasi Mas Emil dan Ibu Khofifah berlanjut,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia ‘meet and greet’ bersama gen Z, Fathorrahman yang karib disapa Oong menyampaikan dukungan pekerja kreatif Sumenep kepada Emil Dardak. Mereka mengapresiasi kepemimpinan Emil yang cerdas dan mudah memahami masalah.
“Kami mengenal sosok mas Emil sebagai pemimpin yang cerdas dan mudah memahami masalah, Kami berharap Ibu Khofifah dan mas Emil bisa melanjutkan kepemimpinan di Jawa Timur,” ucapnya.
Menanggapi dukungan tersebut, Emil Dardak menekankan pentingnya kolaborasi dan pengembangan skill bagi generasi muda.
Ia mencontohkan program Millennial Job Center (MJC) sebagai wadah bagi talenta digital untuk berkolaborasi dengan UMKM. MJC menjadi wadah bagi talenta digital Jawa Timur untuk berkolaborasi dengan sektor-sektor yang membutuhkan.
“MJC ini juga sudah membantu ribuan UMKM melalui pemberdayaan talenta untuk optimalisasi branding dan sertifikasi. Itu sebagai bagian dari ‘micro credential,” terangnya.
Emil optimis bahwa skill di bidang teknologi dapat memberdayakan pemuda untuk membangun daerah asal mereka. Dia berpesan agar pemuda Sumenep terus mengasah diri tanpa ragu.
“Di Sumenep ini sudah ada contoh anak-anak muda yang bisa berkiprah tanpa harus meninggalkan Sumenep. Rasa gamang pasti ada di generasi muda karena tantangannya lebih berat dibandingkan di era orang tua kita,” ungkapnya.
Namun ia meyakinkan bahwa rasa gamang itu harus dilawan dengan terus bergerak, melalui wadahnya masing-masing. “Semua harus bergerak lebih proaktif, mulai sekarang dan jangan ditunda-tunda,” tandas mantan Bupati Trenggalek ini.
Menutup rangkaian acara, Emil menyampaikan terima kasih atas dukungan dan doa yang diberikan. Ia berharap kolaborasi yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan untuk memaksimalkan potensi milenial di Sumenep.
“Terima kasih atas dukungan untuk Ibu Khofifah Indar Parawansa dan saya. Semoga kolaborasi yang telah terjalin sebelumnya bisa terus berjalan lebih baik dan potensi milenial di Sumenep dapat lebih dimaksimalkan,” pungkasnya. [tem/suf]






