Surabaya (beritajatim.com)- Sekawan Limo adalah film layar lebar yang saat ini sedang tayang di bisokop sejak 4 Juli 2024 lalu. Sekawan limo disutradarai oleh komedian asal malang Bayu Skak.
Bayu Skak dalam Film Sekawan Limo bukan hanya menjadi sutradara saja, melainkan juga merangkap menjadi aktor dan penyanyi soundtrack “Gusti, Maturnuwun”.
Melansir dari Podcast PWK, Bayu Skak dinilai sebagai director yang sangat visioner. Bayu ingin daerah juga harus bisa. Selama ini panggung film berada di Jakarta.
Banyak anak daerah yang punya potensi tetapi tidak tertampung dengan baik. Sehingga Bayu Skak hadir untuk menarik panggung ke daerah dan memberikan kesempatan baru.
Namun, siapa sangka Bayu skak merupakan director paling kreatif melebihi orang kreatif dan dibilang jahat di lokasi syuting.
“Bayu skak jahat. Kalau di lokasi syuting Bayu Skak jahat. Kalau ke beni nginjek. Bayu skak disiplin, soalnya sekawan limo nggak pernah hutang hari. Tetap ambil hari itu meskipun ampe pagi kita sikat. Karena kalau hutang scene kita capek,” ujar Firza falaza dalam youtube podcast PWK Minggu (14/07/2024).
Dalam podcast PWK yang baru saja diunggah oleh HAS Creative, bayu skak melakukan klarifikasi terkait ucapan Firza dengan mengelak “Syuting horror kan callingannya malem tidurnya pagi,” ujar Bayu.
Consultant Comedy Bayu Skak, Dono Pradana juga setuju bahwa Bayu Skak adalah director yang sangat unexpected
“Jadi comedy consultant sekawan limo itu seru – seru, tapi ada nggaknya sih. Bayu itu tipikal director yang ini banyak improvenya. Adegan yang harusnya itu kaya drama atau mungkin ada adegan ini dark banget nih tapi disuruh ngelucu contohnya, ada adegan kecelakaan disuruh ngelucu saya. Bilangnya dia kayak gini “Don ini Don kecelakaan masa gini doang kecelakaannya,” ujar Dono Pradana dalam youtube podcast PWK.






