Ponorogo (beritajatim.com) – Ratusan mobil Kijang terparkir di halaman Gedung IKM Kelurahan Tambakbayan Ponorogo. Para pecinta mobil tua di bumi reog itu secara resmi mendeklarasikan pendirian komunitas pecinta mobil tersebut.
Komunitas itu, diberi nama Sedulur Kijang Independen Ponorogo (SKIP). Acara deklarasi dihadiri oleh ratusan anggota komunitas pecinta Kijang dari Ponorogo, serta perwakilan komunitas Kijang dari seluruh Jawa dan Bali.
“Hari ini kita mendeklarasikan komunitas yang diberinama Sedulur Kijang Independen Ponorogo (SKIP). Dihadiri dan disaksikan oleh komunitas mobil Kijang se-Jawa Bali,” kata Hari Purnomo, Penasihat Komunitas SKIP, Minggu (14/7/2024).
Deklarasi tidak hanya dihadiri oleh para pecinta mobil Kijang, tetapi juga disaksikan oleh masyarakat umum yang antusias dengan acara tersebut. Acara dimulai dengan konvoi mobil Kijang yang diikuti oleh ratusan mobil Kijang dari berbagai generasi dan tipe.
Hari menyatakan bahwa tujuan utama pembentukan komunitas ini adalah untuk mempererat tali persaudaraan antarpecinta mobil Kijang, baik di Ponorogo maupun di daerah lainnya.
“Kita ingin menciptakan wadah yang dapat menyatukan seluruh pecinta Kijang, bukan hanya di Ponorogo tetapi di seluruh Indonesia. Meskipun kita berasal dari berbagai komunitas, kita tetap satu, guyub rukun dalam semangat kebersamaan dan persatuan Indonesia,” ujarnya.
Acara deklarasi ini diisi dengan pameran mobil Kijang klasik. Selain itu, sesi diskusi dan sharing pengalaman antar anggota komunitas juga menjadi salah satu agendanya. Yakni para komunitas ini, berbagi tips dan trik dalam merawat serta memodifikasi mobil Kijang.
Kehadiran perwakilan komunitas Kijang dari Jawa dan Bali menunjukkan dukungan yang luas terhadap SKIP dan semangat persatuan yang diusungnya. Dengan deklarasi ini, Ia berharap SKIP dapat terus berkembang dan menjadi salah satu komunitas otomotif terkemuka yang mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
“Mengoleksi mobil Kijang yang identik dengan mobil tua itu, menjadi kepuasan tersendiri. Sudah tua kan barang antik. Kepuasan jiwa bagi teman-teman komunitas,” pungkasnya. [end/suf]






