Pamekasan (beritajatim.com) – Institut Agama Islam (IAI) Al-Khairat Pamekasan, kembali mempersiapkan mahasiswa untuk menjalani program pengabdian kepada masyarakat dengan pendekatan Participatory Action Research alias PAR.
Program dengan tagline Perkuliahan Kerja Nyata (PKN) Berbasis PAR 2024, dijadwalkan digelar selama sebulan kedepan dan disebar di sekitar 20 desa di Pamekasan, mulai Juli hingga Agustus 2024 mendatang.
“Pada pelaksanaan program pengabdian masyarakat tahun ini, kami kembali menerapkan pendekatan PAR guna memotivasi mahasiswa untuk berpartisipasi langsung di tengah masyarakat,” kata Direktur Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAI Al-Khairat Pamekasan, Dr Moh Dannur, Sabtu (13/7/2024).
Guna mempersiapkan mahasiswa terjun melakukan pengabdian masyarakat, para mahasiswa juga dipersiapkan melalui program pembekalan yang digelar di Auditorium Perguruan Tinggi di Jl Raya Palengaan (Palduding) Nomor 2 Pamekasan, Jum’at hingga Sabtu (12-13/7/2024).
“Dalam proses pembekalan program PKN Berbasis PAR 2024, mahasiswa digembleng dengan tiga materi berbeda, masing-masing materi PAR, analisis kebutuhan desa, dan konversi laporan dalam bentuk artikel,” ungkapnya.
Ketiga materi tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa khususnya mereka yang akan menjalani program pengabdian masyarakat. “Melalui pendekatan ini, kita harapkan mahasiswa dapat mengkolaborasikan tiga nilai sekaligus dalam tri dharma Perguruan Tinggi,” harapnya.
“Sekedar diketahui, PAR merupakan jenis penelitian aksi partisipatif atau jenis penelitian spiral, meliputi beberapa poin penting, yakni perencanaan, pelaksanaan, menemukan fakta baru, fakta hasil tindakan dan menghasilkan produk,” jelasnya.
Program tersebut menerapkan beberapa prinsip dasar, meliputi pengembangan kepribadian, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan institusi. “Melalui pendekatan ini, tidak menutup kemungkinan mahasiswa nantinya dapat menggali beragam potensi yang ada di desa,” imbuhnya.
“Kita harapkan potensi yang didapat dalam program PKN bisa diimplementasikan dalam bentuk nyata, dan tentunya berkesinambungan, sehingga hasil galian ataupun kajian yang dilakukan mahasiswa dapat memberikan manfaat secara umum kepada masyarakat,” pungkasnya. [pin/kun]






