Kediri (beritajatim.com) – Dokter Ari Purnomo Adi bersilaturahmi ke rumah Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ualama (PCNU) Kabupaten Kediri KH Mohammad Ma’mun alias Gus Ma’mun. Pria yang berprofesi sebagai dokter ini meminta doa restu untuk maju dalam Pilkada 2024.
“Beliau adalah tokoh besar di Kediri dan ketua ormas terbesar. Maka kita wajib silaturahmi, kulonuwun sekaligus minta doa restu beliau sebagai pribadi dan juga kiai,” ungkap dr. Ari Purnomo Adi, pada Jumat 12 Juli 2024.
Pria yang pernah macung sebagai kandidat Calon Bupati Kediri pada 2015 itu mengaku bersyukur diterima dengan baik oleh Gus Ma’mun dan dioakan oleh sang kiai. Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Kediri ini mendapatkan banyak nasihat dan pesan dari cucu pendiri Pondok Pesantren Al-Falah Ploso Kediri KH Achmad Djazuli Utsman tersebut.
“Alhamdulillah didoakan oleh beliau dengan baik. Kemudian saya dapat pesan yang saya catat betul. Apabila Gusti Allah ridho dan saya bisa terpilih, kita harus terbuka dengan masyarakat dan terbuka dengan wong cilik. Kita tidak perlu disodori, tetapi harus bertanya apa kebutuhan rakyat,” imbuh pegiat lingkungan yang didorong maju sebagai Bakal Calon Wakil Bupati Kediri oleh Gabungan Relawan Kediri ini.
Nasihat Gus Ma’mun, imbuh dr. Ari, sangat relevan dengan visi dan misinya yakni, mengusung motto ‘Mbangun Deso Noto Kuto’. Dia ingin pembangunan di Kabupaten Kediri merata, tidak hanya di pusat kota saja namun hingga ke pelosok-pelosok desa.
“Kita ingin pembangunan merata. Bukan pembangunan raksasa, tetapi pembagunan kecil yang begitu dirasakan dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Tentunya kita akan turun langsung, tidak cukup dengan laporan saja,” janji dr. Ari.
Sosok yang sudah memiliki kedekatan secara pribadi dengan Gus Ma’mun ini mengaku tidak risau dengan kendaraan politiknya. Sebab, sampai saat ini masing-masing kandidat dalam posisi yang sama dengannya dan baru memulai dari titik start yang sama.
“Kita belum ada rekom. Semua dalam posisi yang sama. Kita berlomba-lomba dalam kebaikan. Menunjukkan kapasitas, kualitas dan prestasi serta kemampuan dalam berkomunikasi dengan stake holder,” tandasnya saat disinggung tentang rekomendasi dari partai politik.
Terpisah, Ketua PCNU Kabupaten Kediri KH Mohammad Ma’mun menilai dr. Ari Purnomo Adi sangat layak untuk maju dalam Pilkada 2024. Selain memiliki kapasitas dan kapabilitas, dia juga seseorang yang sudah berpengalaman.
“Mas Ari adalah figur berpengalaman dan senior serta orang yang baik menurut saya. Kalau pertanyaannya layak, sudah tidak perlu ditanyakan lagi. Karena dulu sudah pernah menjadi calon. Ini satu hal positif,” tegas Gus Ma’mun.
Yang terpenting, menurut Gus Ma’mun, niatnya harus baik. Harus memberikan kemanfaatan untuk semuanya. Dia juga berpesan supaya dr. Ari memegang teguh kunci pemimpin yang baik untuk selalu mendekat dengan masyarakat.
“Harus komunikatif dan gati (perhatian) dengan masyarakat. Kalau betul maju, harus bisa jemput bola. Ini karakter orang Mataraman. Kalau belum jemput bola, maka belum Mataraman,” pungkasnya.
Sebelumnya, gabungan relawan di Kediri menggelar deklarasi dukungan untuk pasangan Hanindhito Himawan Pramana alias Mas Dhito dengan dr. Ari Purnomo Adi dalam Pilkada 2024.
Dukungan terhadap Mas Dhito – dr. Ari tersebut diikrarkan oleh gabungan Relawan Peduli Kediri (RPK), Rohaniawan, Budayawan dan Penghayatan, Persatuan Penambangan Pasir Tradisional, Pengusaha Cucian Pasir dan Relawan Semut Gunung. Mereka meyakini, pasangan tersebut akan memenangkan Pilkada November nanti.
“dokter Ari pernah menjadi Calon Bupati Kediri, pada Pilkada 2015 berpasangan dengan Arifin Tafsir melawan pasangan Haryanti Sutrisno dan Masykuri ikhsan. Meski saat itu pasangan Ari dan Arifin Tafsir kalah, namun perolehan suaranya cukup signifikan yaitu 38 persen,” tegas Koordinator Relawan Kediri Fathur Ciko. [nm/beq]






