Surabaya (beritajatim.com) – PT Granting Jaya, operator Proyek Strategis Nasional (PSN) Surabaya Waterfront Land (SWL) menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan kesejahteraan nelayan sekitar dalam menghadapi proyek reklamasi yang akan datang.
Komisaris PT Granting Jaya, Soetiadji Yudho, menyatakan bahwa pihaknya sangat memperhatikan keluhan nelayan dan menjadikannya catatan utama.
“Saya sangat atensi dan akan menjadi catatan utama bagaimana untuk saya wujudkan apa yang menjadi kendala para nelayan,” ujar Soetiadji di DPRD Surabaya, Kamis (11/7/2024).
Lebih lanjut, Soetiadji menegaskan komitmen perusahaan untuk maju bersama nelayan sekitar proyek reklamasi.
“Kami sudah komitmen kita akan maju bersama-sama dengan nelayan sekitar kami dan itu menjadi tujuan utama,” tambahnya.
Menanggapi kekhawatiran nelayan terkait dampak proyek reklamasi, Soetiadji menjelaskan bahwa pihaknya telah melibatkan para pakar untuk melakukan kajian dan mencari solusi terbaik. Sekaligus, mengeliminir dampak negatif reklamasi.
“Itu sudah menjadi kajian dari pakar-pakar yang kami libatkan untuk mencari solusi yang terbaik untuk mengeliminir semua dampak yang ada,” jelasnya.
Soetiadji mengakui bahwa perubahan pasti akan membawa dampak. Namun pihaknya berkomitmen untuk meminimalisir dampak tersebut seminimal mungkin.
“Kalau dibilang tidak ada ya omong kosong semua perubahan itu pasti ada dampak. Tetapi dieliminir seminimum mungkin,” tegasnya.
Terkait kajian yang telah dilakukan, Soetiadji mengungkapkan bahwa kajian tersebut dilakukan oleh para pakar yang dilibatkan oleh PT Granting Jaya.
“Nah itu dari pakar-pakar yang kami yang melibatkan itu memberi kajiannya.Bagaimana perwujudannya itu akan segera dianalisis untuk mengurangi dampak,” ungkapnya.
Soetiadji juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan komunikasi dan sosialisasi kepada sebagian nelayan. Dan akan lebih intensif melakukan komunikasi untuk mendapatkan masukan dari nelayan.
“Baru sebagian, setelah nanti tidak semuanya tapi lebih melakukan Intens pada para nelayan untuk minta masukan-masukan yang terbaik, Bagaimana,” pungkasnya.[asg/ted]






