Bondowoso (beritajatim.com) – Sekitar 6.500 hektar lahan tebu di Kabupaten Bondowoso telah terdaftar program Makmur (Mari Kita Majukan Usaha).
Program Makmur diinisiasi oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan pola kolaboratif. Beberapa BUMN bekerjasama dengan petani Indonesia mulai dari permodalan, pembudidayaan hingga pemasaran produk pertanian milik petani.
Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Kabupaten Bondowoso, H. Rolis Wikarsono menjelaskan beberapa hal tentang manfaat program Makmur bagi petani setempat.
“Program Makmur sudah mengcover sekitar 6.500-an hektar. Jadi bukan hanya di Mangli Wetan, tapi sudah rata di seluruh Kabupaten Bondowoso, hampir semua Kecamatan sudah terlindungi dengan program ini,” kata H. Rolis dalam sambutannya.
Rolis juga menyampaikan banyak hal di sela kegiatan Gelar Tanam Tebu dan Seremonial, Panen Tebu Program Makmur Kerjasama PT Petrokimia Gresik dengan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) di Desa Mangli Wetan, Kecamatan Tapen, Kabupaten Bondowoso, Kamis (4/7/2024).
“Kalau tidak salah ingat, kita yang mengawali Program Makmur di Indonesia. Program ini sudah berjalan 3 tahun,” sebutnya.
Ia menyatakan, petani tebu menuai ragam manfaat dari program Makmur. Yang paling utama adalah kepastian dari sisi permodalan hingga pemasaran.
“Petani mendapatkan dana dari perbankan untuk ditransfer ke Petrokimia. Setelah itu, petani terima pupuknya, sehingga petani dapat jaminan pupuk yang asli dan bagus dalam waktu yang cepat, untuk prosesnya hanya butuh 2-3 hari saja,” urainya.
Rolis kemudian menekankan tentang pentingnya pupuk bagi petani. Jika pemberian pupuk telat, maka kiamat bagi petani, karena produktivitas akan menurun. “Kalau pupuknya asli, tepat waktu, tepat jumlah, saya jamin jos dan bagus, sedangkan kalau terlambat stagnansi namanya,” tuturnya.
Yang tak kalah penting, lanjutnya, adalah penyediaan pupuk tepat waktu, tepat jumlah dan harga yang kompetitif. “Kami berharap untuk Petrokimia Gresik, harga pupuk kalau bisa disamakan. Kalau sekarang ada selisih Rp1.000 – Rp2.000,” pintanya.
Robby Setyabudi Madjid, Direktur Keuangan dan Umum pada PT Petrokimia Gresik menjelaskan bahwa Program Makmur tidak hanya di Jawa Timur dan tidak cuma untuk pertanian tebu. “Program ini memang yang mengadopsi pertama di Bondowoso dan tebu,” kata Robby.
Pihaknya berkeinginan menanggulangi sejumlah permasalahan petani, mulai dari modal dan input pertanian berkualitas tinggi. “Nah kebetulan khusus untuk tebu memang parameternya bukan hanya berat dan kuintalan dari hasil batangan, tapi sebenarnya juga berapa sih rendemennya,” ucapnya.
Selain kegiatan panen dan tanam tebu, acara tersebut juga dijadikan penyemprotan pupuk cair menggunakan drone. “Kami akan launching program petro spring atau smart precission farming. Salah satunya menggunakan drone,” bebernya.
Sekali terbang selama 7 menit, penyemprotan bisa mencakup luasan 5.000 meter persegi atau setengah hektar. “Harapannya lebih efektif, lebih efisien dalam penerapan atau pemberian pupuk dan obat-obatan atau pestisida,” terangnya. [awi/suf]






