Bojonegoro (beritajarim.com) – Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro Sukur Priyanto memberikan evaluasi terhadap perencanaan pembangunan fisik yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro.
Evaluasi yang diberikan itu terutama dalam hal betonisasi atau pembangunan peningkatan jalan rigid beton sepanjang kurang lebih 662 kilometer (Km) pada 2019-2023 yang hanya mampu menurunkan angka kemiskinan sebesar 150 warga miskin.
“Beberapa hal yang perlu digarisbawahi, pembangunan jalan rigid beton yang dibangun sampai ratusan kilometer secara berturut-turut itu masih minim keterlibatan masyarakat,” ujarnya, Kamis (4/7/2024).
Minimnya keterlibatan masyarakat lokal dalam pengerjaan proyek tersebut, sehingga Pemkab Bojonegoro perlu melakukan evaluasi dan merencanakan program yang bisa berdampak langsung pada peningkatan taraf hidup masyarakat.
“Program pemerintah yang paling utama, targetnya adalah membantu meningkatkan perekonomian masyarakat. Jadi tata kelola dan model penganggarannya harus seperti yang diharapkan masyarakat,” ungkapnya.
Jika tata kelolanya sudah tidak benar, lanjut politisi Partai Demokrat itu, maka dampak positif dari pembangunan tidak akan berpengaruh besar dalam pengurangan kemiskinan. Apalagi, secara teknis, peningkatan jalan beton lebih banyak menggunakan alat berat dan minim tenaga kerja.
Seharusnya, kata anggota DPRD Bojonegoro empat periode itu, siklus perputaran uang dari program pemerintah harus bisa menembus banyak lapisan. Mulai dari tingkat atas hingga masyarakat paling bawah. Namun, dalam peningkatan betonisasi ini siklus perputaran uang hanya berada di tataran atas.
“Masyarakat lokal tidak terlibat secara maksimal. Uang yang berputar di masyarakat Bojonegoro ini tidak lebih dari 5 persen atau tidak lebih dari Rp500 juta per kilometernya,” tandasnya.
Untuk diketahui, dalam rentang waktu tiga tahun terakhir, mulai 2019-2023 Pemkab Bojonegoro melakukan peningkatan jalan rigid beton sepanjang kurang lebih 662 kilometer. Jarak pembangunan peningkatan jalan itu jika diukur jarak setara Bojonegoro – Bandung.
Peningkatan jalan itu oleh Pemkab Bojonegoro diharapkan bisa mengubah wajah Bojonegoro lebih modern, mempermudah akses masyarakat dan meningkatkan perekonomian. Namun, dari data Badan Pusat Statistik (BPS) penurunan angka kemiskinan tahun 2023 ini jika dibanding tahun 2022 hanya terjadi pada 150 jiwa.
Data BPS menunjukkan, jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan/GK) di Kabupaten Bojonegoro pada bulan Maret 2023 mencapai 153,25 ribu jiwa. Jumlah ini menurun sebesar 150 jiwa, bila dibandingkan dengan kondisi Maret 2022 yang sebesar 153,40 ribu jiwa. [lus/but]







1 Komentar
Pembangunan jalan adalah langkah pondasi awal terbentuknya jalur dagang yg mudah dampaknya belum dirasakan dikarenakan bertahap … Itu pendapat saya pribadi