Bojonegoro (beritajatim.com) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bojonegoro masih melakukan proses verifikasi faktual (verfak) berkas dukungan bagi pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati yang akan maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.
Ketua KPU Kabupaten Bojonegoro Robby Adi Perwira mengatakan, sesuai tahapan, proses verifikasi faktual berkas dukungan bagi pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Bojonegoro jalur perseorangan kini masih berlangsung. Terakhir tanggal 4 Juli 2024.
“Sesuai tahapan (Verfak) sampai tanggal 4 Juli. Setelah itu nanti ada tahapan rekapitulasi,” ujar Robby, Selasa (2/7/2024).
Tahapan verfak itu dilakukan setelah berkas dukungan yang dinyatakan lolos verifikasi administrasi. Verfak mulai dilakukan sejak 21 Juni 2024 oleh anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) maupun Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).
Verfak dilakukan untuk memvalidasi dukungan benar-benar diberikan oleh warga yang identitas kependudukannya (KTP) disetor ke KPU beberapa waktu lalu oleh pasangan calon kontestan Pilkada Bojonegoro 2024 yang maju jalur non partai politik, Nurul Azizah-Nafik Sahal.
Pada awal penyerahan jumlah dukungan, sedikitnya ada 75.777 dukungan yang disetor tersebar di 28 kecamatan. Jumlah itu lebih banyak jika dibanding syarat minimal sesuai aturan sebesar 67.200 dukungan yang tersebar di 15 kecamatan.
Diberitakan sebelumnya, Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Sekar telah melakukan verifikasi faktual dukungan pasangan calon bupati dan wakil bupati jalur independen, Nurul Azizah-Nafik Sahal dengan dua metode.
Dua metode verifikasi faktual itu dengan mengunjungi sekelompok orang yang telah berkumpul di satu tempat dan mengunjungi perorangan dari rumah ke rumah.
Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Sekar Totok Hadi Suprapto mengatakan, berdasar hasil vermin KPU Bojonegoro, ada 2.641 warga Kecamatan Sekar yang KTP-nya tercatat mendukung Nurul Azizah-Nafik Sahal.
“Dari 2.641 orang itu, ada 1.224 orang telah selesai menjalani verfak. Dan yang memenuhi syarat atau yang nyata mendukung ada 1.131 orang,” ungkapnya.
Sementara, lanjut Prapto sapaannya, yang dalam verfak dinyatakan tidak memenuhi syarat karena mengaku KTP-nya hanya tercatut sebagai pendukung Nurul Azizah-Nafik Sahal atau berubah dukungan ada sebanyak 93 orang.
“Kami akan terus mengawal verfak yang dilakukan PPS di tingkat desa ini agar lancar sampai berakhir,” tandasnya.
Sementara, Tim Relawan Nurul Azizah-Nafik Sahal, Alham M Ubay saat dikonfirmasi terkait update verfak yang telah dilakukan KPU Bojonegoro pihaknya mengaku belum mengetahui pasti jumlah dukungan yang lolos.
“Kalau detailnya berapa jumlah yang lolos verfak belum tahu pasti. Tinggal 2 hari kita tunggu saja,” ungkapnya. [lus/ian]






