Malang (beritajatim.com) – Perwakilan Indonesia pada cabang olahraga (cabor) panahan merasa optimis dengan raihan medali emas. Seperti yang diungkapkan oleh salah satu atlet Nina Bonita Pereira Yurike yang merasa optimis.
“Kalau negara lain yang perlu diwaspadai sebenarnya Malaysia karena menurunkan banyak atlet. Kalau dari Indonesia yang diturunkan ada 15, mereka banyak dari atlet timnas senior Indonesia juga,” ungkap perempuan asal kota Surabaya ini.
Nina Bonita menjelaskan bahwa cabor panahan menampilkan 3 nomor, yaitu tunggal putra-putri, tim, dan mix-tim. Mix-tim adalah gabungan putra dan putri, sementara tim terdiri atas 3 orang baik putra maupun putri.
“Saya senang dengan udara di Malang ini karena sejuk, karena saya dari Surabaya. Persiapan tim selama ini sudah maksimal, cukup banyak, kita siap bisa membawa medali emas,” ungkap mahasiswa Universitas Narotama Surabaya tersebut.
Deni Trisyanto, lengkap panitia cabor panahan dari AUG menyampaikan bahwa cabor ini diikuti oleh 4 negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Myanmar. Venuenya terletak di dalam stadion cakrawala UM yang dibuka oleh Rektor UM pada Selasa (2/6/2024).
“Indonesia mengirimkan sebanyak 8 atlet putri dan putra dengan 2 official. Malaysia, 8 putra dan putri dengan 3 official. Kemudian Singapura ada 2 putra, 2 putri, dengan 2 official. Sementara Myanmar dengan masing masing 1 putri-putra dan 2 official,” ujar Deni.

Dijelaskan Deni, sistem pertandingan dimulai dengan kualifikasi pada 2 Juli 2024. Kemudian 3 Juli 2024 dilakukan proses eliminasi, yang kalah gugur, yang menang lanjut sampai final pada tanggal 5 dan Juli 2024.
Pihaknya merasa optimis Indonesia bisa meraih banyak juara di ajang panahan ini. “Dengan sedikitnya delegasi negara Asean di AUG ini saya rasa Indonesia bisa meraih banyak juara, saingan terberat mungkin atlet dari Malaysia,” jelas ketua Pengprov Perpani Jawa Timur tersebut.
Rektor UM, Prof Hariyono merasa bersyukur UM bisa menjadi tuan rumah dari tiga cabor AUG. Menurutnya, melalui ajang antar bangsa di Asia mahasiswa di Asia Tenggara ini bisa saling mengalami perjumpaan.
“Dengan perjumpaan itu mereka bisa saling mengenal antara bangsa yang satu dengan bangsa yang lain. Semoga dengan penyelenggaraan AUG 2024 ini bisa membuka ruang bagi kami tidak hanya untuk mengembangkan olahraga tapi juga kerjasama yang berbasis di bidang olahraga antara negara di Asean,” jelas Rektor UM. [dan/aje]






