Jember (beritajatim.com) – Destinasi tur wisata Jelita (Jember Keliling Kota) yang dikelola Dinas Perhubungan Kabupaten Jember, Jawa Timur, bertambah ke Kebun Gunung Pasang dan Sumberwadung milik Perusahaan Umum Daerah Perkebunan Kahyangan.
Jelita adalah kegiatan tur keliling kota dengan menggunakan bus milik Dishub berkapasitas 24 penumpang yang mengajak masyarakat ke destinasi wisata baru yang selama ini belum dikenal. Program ini didukung penuh secara sukarela oleh Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kabupaten Jember.
“Semula yang masuk dalam destinasi Jelita ini adalah Kebun Glantangan milik PT Perkebunan Nusantara XII. Nah, kami berpikir: masa sih kebun kami tidak bisa jadi destinasi wisata,” kata Direktur Utama PDP Kahyangan Sofyan Sauri, Senin (1/7/2024).
Sofyan kemudian berkomunikasi dengan Dinas Perhubungan dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jember. “Jelita berjalan mulai Mei. Kami minta akhirnya ini bisa berjalan di Sumberwadung pada Juni, dan ke Gunung Pasang pada Juli,” katanya.
Para pengunjung diajak berwisata menengok suasana masa lampu yang tercermin pada bangunan-bangunan di Kebun Sumberwadung. “Ada heritage bangunan peninggalan Belgia dan pabrik pengolah kopi. Ada juga sajian kuliner masakan khas kebun,” kata Sofyan.
Sementara itu di Gunung Pasang akan ada kafe yang memperkenalkan kopi produksi Kahyangan sekaligus kuliner khas kebun. Kahyangan juga membuat taman edukasi di Kebun Gunung Pasang. “Taman baca juga ada di situ,” kata Sofyan.
Kahyangan juga menjajaki kerja sama dengan Perhutani agar bidang agrowisata tersebut bisa menjadikan air terjun Tancak sebagai destinasi wisata.
Sofyan mengatakan, tur wisata bekerja sama dengan Jelita ini merupakan bagian dari diversifikasi bisnis agrowisata di PDP Kahyangan. “Kami dituntut untuk profit. Sebelum profit kami harus menyejahterakan karyawan. Bagaimana caranya? Ya perusahaannya harus sehat, dengan cara mengatur cash flow. Kami harus berimprovisasi,” katanya.
Agrowisata ini, menurut Sofyan, nantinya akan memberdayakan pekerja kebun juga. “Mereka akan terlibat penuh dalam wisata itu,” katanya.
Manajemen PDP Kahyangan mengalokasikan anggaran khusus untuk diversifikasi usaha, khususnya agrowisata ini. “Saya lupa nominalnya. Tapi kalau tidak salah untuk agrowisatanya sendiri ratusan juta rupiah,” kata Sofyan.
Sofyan menegaskan, PDP Kahyangan tidak meninggalkan bisnis intinya. “Core business kami adalah perkebunan kopi, karet, dan kayu-kayuan,” tegasnya.
Pegiat wisata yang sempat berkunjung ke Kebun Sumberwadung, Kodi Wiyanto, menyebut suasana kebun tersebut bikin kangen. “Di sini ada dua komoditas yakni karet dan kopi. Pabrik kopinya peninggalan Belgia. Selain kami bisa melihat proses pengolahan kopi dan karet, kami juga mengunjungi pemukiman penduduk yang tinggal di kebun,” katanya.
Arsitek rumah yang ditempati pekerja kebun berbeda dengan rumah-rumah biasa. “Di sini pilar rumahnya terbuat dari batu sungai yang disusun rapi dan rumah ini bisa diguni tiga sampai empat keluarga. Namun hari ini hanya diisi satu keluarga,” kata Kodi.
Kuliner di Sumberwadung juga bikin selera makan Kodi bertambah. “Sederhana khas desa. Ada sayur pakis, sayur pepaya, daun kelor, yang sehat dan cocok untuk mereka yang diet. Sambalnya bikin saya nambah nasi. Apalagi suasananya sejuk. Tak terasa tiba-tiba sudah siang, dan kami harus pulang,” katanya. [wir]







1 Komentar
Bisa menjadi tujuan wisata siswa pada kegiatan P5 dengan topik “Wonderful Jember”.