Gresik (beritajatim.com) – Sebanyak 250 pekerja PT Freeport Indonesia (PTFI) Gresik bersama dengan warga ring satu melakukan aksi penanaman mangrove dan cemara udang di sekitar area operasi smelter. Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga kelestarian lingkungan dan memulihkan lahan kritis di wilayah tersebut.
Menurut Manager Environment and Sustainable Development PTFI, Emily Muteb, penanaman mangrove ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan.
“Keberadaan mangrove yang kami tanam juga untuk membantu mengurangi emisi gas rumah kaca,” tuturnya.
Selain penanaman mangrove, PTFI juga melibatkan 50 pelajar dalam kegiatan edukasi lingkungan. Para pelajar ini diberikan pengetahuan tentang pentingnya menjaga ekosistem dan kesadaran lingkungan sejak dini.
“Ini menjadi bentuk keseriusan kami dalam menjaga keberlanjutan dan kelestarian lingkungan,” ungkapnya.
Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik, Any Mardiyani, menyampaikan bahwa penanaman mangrove dan cemara udang ini merupakan langkah penting dalam upaya mengurangi emisi gas rumah kaca dan memulihkan lahan kritis.
“Mangrove memiliki kemampuan menyimpan karbon lebih banyak dibandingkan hutan tropis biasa,” katanya.
Kepala Desa Manyar Sidomukti, Chasin, mengapresiasi kegiatan penanaman mangrove dan cemara udang yang diinisiasi oleh Freeport Indonesia.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini dan berharap semoga kegiatan ini terus berlanjut sehingga tercipta pengelolaan ekosistem mangrove yang berkelanjutan,” paparnya. [dny/beq]






