Jakarta (beritajatim.com) – Dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2024, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyoroti pentingnya kerja sama antarsektor dalam menangani permasalahan stunting di Indonesia, terutama di sektor pendidikan.
Langkah ini sejalan dengan program prioritas Presiden Joko Widodo untuk mencapai penurunan angka stunting hingga 14% pada tahun 2024.
Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Kiki Yuliati, menegaskan bahwa pendidikan memainkan peran kunci dalam mengatasi masalah stunting di Indonesia. Jenjang pendidikan vokasi, yang berperan penting dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul, telah berkontribusi dalam mengurangi angka stunting di negara ini.
“Inovasi-inovasi yang diciptakan atau dilahirkan melalui pendidikan vokasi, mulai dari sekolah menengah kejuruan (SMK) hingga perguruan tinggi, telah membantu penanganan stunting,” kata Kiki Yuliati dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi beritajatim.com, Senin (1/7/2024).
Salah satu contoh inovasi adalah jagung bose instan, sebuah produk pangan alternatif yang dikembangkan oleh dosen Politeknik Pertanian Negeri (Politani) Kupang. Inovasi ini mengandung tinggi zat besi dan dapat membantu mengatasi anemia pada remaja putri serta mencegah stunting di Nusa Tenggara Timur.
Dengan kontribusinya, inovasi ini berpotensi meningkatkan kadar zat besi pada remaja putri yang kelak akan menjadi calon ibu.
Selain itu, program-program di bawah kebijakan Merdeka Belajar juga mendorong peserta didik vokasi untuk secara langsung berpartisipasi dalam mencegah stunting di masyarakat. Program-program ini termasuk Matching Fund, Pengabdian Kepada Masyarakat, dan kerja sama dengan pemerintah daerah serta pemangku kepentingan lainnya.
Contoh nyata adalah Politeknik Negeri Madura yang memanfaatkan program Matching Fund untuk menangani permasalahan stunting melalui kerja sama dengan pemerintah kabupaten setempat.
Lihat postingan ini di Instagram
Kiki berharap bahwa melalui berbagai program ini, peserta pendidikan vokasi dapat memberikan manfaat yang signifikan terhadap permasalahan di Indonesia, tidak hanya terkait stunting, tetapi juga masalah lainnya yang memajukan negara.
Sebagai informasi, Hari Keluarga Nasional diperingati setiap tanggal 29 Juni. Pada peringatan Harganas 2024 yang akan berlangsung di Kota Semarang, Jawa Tengah, isu penanganan stunting menjadi salah satu fokus utama. Semoga peringatan ini dapat meningkatkan kesadaran dan kerjasama semua pihak dalam mencegah stunting di Indonesia. (ted)






