Surabaya (beritajatim.com) – Kasus penyakit gagal ginjal menghantui para remaja di Jatim. Kondisi ini cukup memprihatinkan lantaran sebagian dari mereka harus menjalani cuci darah tiap bulan, atau bahkan tiap pekan.
Akademisi UM Surabaya Dede Nasrullah menjelaskan, gagal ginjal adalah ketika organ ginjal mengalami kerusakan, sehingga tidak dapat menjalankan fungsinya untuk menyaring dan membuang hasil metabolisme.
Ada sejumlah faktor yang mempengaruhi penyakit gagal ginjal pada usia remaja. Di antaranya kurang minum air putih. Sebab, ginjal memerlukan cairan yang cukup agar bisa menjalankan fungsinya secara optimal.
“Sehingga, diperlukannya minum air putih yang cukup untuk mencegah terjadinya gagal ginjal maupun terbentuknya batu ginjal,” jelas Dede kepada beritajatim.com, Minggu (30/6/2024).
Biasanya, lanjut dia, pada orang sehat disarankan untuk minum air putih sebanyak 2 liter per hari. Namun sebaliknya, bagi seseorang yang mengalami masalah ginjal disarankan untuk membatasi asupan cairan.
“Karena kemampuan ginjal dalam membuang kelebihan cairan dari dalam tubuh sudah berkurang. Sehingga asupan cairan secara berlebihan bisa membuat terjadinya pembengkakan pada organ tubuh lainnya,” kata Dede.
Makan makanan manis, misalnya mengkonsumsi gula secara berlebihan juga dapat memicu terjadinya gagal ginjal. Dede menyebut, gula berlebih mampu meningkatkan risiko tekanan darah atau hipertensi dan diabet.
Selain itu, gagal ginjal bisa disebabkan pula oleh gagalnya fungsi hati. Jika fungsi hati ini terganggu, maka kerja ginjal semakin berat, dan dalam jangka panjang ini akan menyebabkan menurunnya fungsi ginjal.
Menjadi sorotan, seringnya remaja meminum alkohol juga menjadi salah satu penyebab terjadinya gagal ginjal. Kebiasaan ini dapat mengakibatkan seseorang memiliki risiko dua kali lebih besar terkena gagal ginjal kronis.
“Bisa juga nanti mengakibatkan risiko hingga 5 kali lipat apabila disertai dengan kebiasaan merokok,” ungkap Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surabaya tersebut.
Selain bahayanya alkohol, lanjut Dede, gagal ginjal juga bisa disebabkan oleh diabetes. Adapun jenis diabetes yang kerap dialami oleh remaja adalah diabetes tipe 1, dimana kondisinya dipengaruhi oleh faktor genetik.
“Hal ini bila diabaikan akan berefek pada ginjal, dan membuat kerja ginjal semakin berat. Sehingga, dapat memicu terjadinya gagal ginjal,” kata Dede.
Terakhir, pola makan. Misalnya makan daging berlebihan. Mengkonsumsi daging berlebihan dapat meningkatkan asam pada darah. Sehingga, ini menyebabkan asidosis atau kondisi ketika PH darah menjadi terlalu asam.
Untuk mengatasi itu, Dede menyarankan agar diimbangi dengan mengkonsumsi sayur-sayuran dan buah. Ia menambahkan bahwa penyakit gagal ginjal, sebaiknya juga agar dicegah dan dideteksi sejak dini.
Sebagai informasi, di Kabupaten Blitar usia penderita gagal ginjal tiap tahun makin lebih muda. Dinkes setempat mencatat pada 2024 ada 82 penderita gagal ginjal, 54 di antaranya masih berusia produktif.
Pola hidup masyarakat yang gemar mengkonsumsi minuman sachet serta berenergi menjadi salah satu pemicu gagal ginjal di Kabupaten Blitar tersebut. [ipl/ted]






