Surabaya (beritajatim.com) – Indonesia Packaging Federation (IPF) menggelar PackindoStar 2024 di Grand City Convex, Surabaya. Acara ini terus konsisten melahirkan desainer kemasan yang diakui dunia, dengan fokus utama pada kemasan berkelanjutan.
Salah satu inisiatif penting dalam kegiatan ini adalah Sustainability Award, yang bertujuan menjembatani kebutuhan informasi antara brand owner, pembuat regulasi, dan inovator material. Business Development Director IPF, Ariana Susanti, menjelaskan bahwa brand owner sering menghadapi kesulitan dalam memenuhi peraturan KLHK terkait kemasan yang sesuai dengan prinsip ekonomi sirkular.
“Ini karena kurangnya informasi tentang bahan baku alternatif yang memenuhi persyaratan sustainability. Sekarang banyak sekali tuntutan pasar tentang sustainability. Mau tidak mau harus ke sana,” kata Ariana, Jumat (28/6/2024).
Untuk mendorong penggunaan kemasan berkelanjutan, IPF mengadakan seminar, edukasi masyarakat, dan bekerja sama dengan lembaga-lembaga internasional. Lewat kegiatan ini, semua pihak berlomba memperkenalkan inovasi teknologi dengan dampak lingkungan minimal.
“Diharapkan pertukaran informasi ini dapat mempercepat transisi menuju kemasan yang berkelanjutan dalam ekonomi sirkular di skala industri,” tambahnya.
PackindoStar 2024 terbagi dalam empat kategori utama: Consumer Package, Transport Package, Student Package, dan Sustainability Package. Perusahaan pengemasan atau brand owner yang tertarik dapat mendaftar pada Kategori Industry. Sedangkan mahasiswa dan pelajar dapat bergabung di Kategori Student Package.
Kategori Sustainability Package terbagi dalam dua sub-kategori: komersial dan konsep, yang bisa diikuti oleh industri, NGO, mahasiswa, dan organisasi terkait pengemasan. [ipl/ian]






