Semarang (beritajatim.com) – Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo, mengungkapkan bahwa persentase seks di luar nikah di kalangan remaja mencapai sekitar 70 persen.
Hasto menjelaskan bahwa hampir 74 persen remaja laki-laki dan 69 persen remaja perempuan berusia 15-19 tahun telah terlibat dalam hubungan seksual, sementara usia menikah mereka berada di atas 22 tahun.
“Remaja-remaja kita hubungan seksnya maju, tapi nikahnya mundur. Jadi sekarang hampir 74 persen remaja laki-laki dan 69 persen remaja perempuan sudah hubungan seks antara usia 15 sampai 19 tahun. Tapi nikahnya di atas 22 tahun,” ujar Hasto saat pembukaan acara “Keluarga Muda Berdaya X Siap Nikah Goes to Campus” di Universitas Negeri Semarang (Unnes), Jawa Tengah, Rabu (26/6/2024).
Hasto juga menyoroti dampak sistemik dari seks di luar nikah, termasuk kelahiran anak yang berisiko stunting. “Kalau banyak seks di luar nikah, otomatis banyak kejadian harus pakai dispensasi karena harus nikah akibat hamil di luar nikah. Anaknya akhirnya tidak terurus, stunting juga,” kata Hasto.
Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Raden Isnanta, menambahkan bahwa program “Keluarga Muda Berdaya X Siap Nikah Goes to Campus” merupakan kolaborasi antara Kemenpora dan BKKBN.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas keluarga dan kepemimpinan pemuda dalam rumah tangga melalui penguatan pemahaman remaja tentang persiapan kehidupan berkeluarga dan peningkatan kapasitas keluarga muda.
“Kemenpora memiliki program ‘Keluarga Muda Berdaya’ untuk peningkatan kualitas kepemimpinan pemuda, sementara BKKBN mengedukasi remaja dan pemuda untuk mempersiapkan diri memasuki dunia pernikahan melalui program ‘Siap Nikah’,” jelas Isnanta.
Asisten Deputi Kepemimpinan Pemuda Kemenpora, Andi Susanto, menambahkan bahwa “Keluarga Muda Berdaya X Siap Nikah Goes to Campus” merupakan implementasi dari perjanjian kerja sama antara Kemenpora dan BKKBN yang bertujuan untuk memperkuat pemahaman remaja dan pemuda tentang persiapan kehidupan berkeluarga dan meningkatkan kapasitas keluarga muda.
“Kemenpora dan BKKBN sepakat untuk menguatkan pemahaman remaja dan pemuda dalam rangka persiapan kehidupan berkeluarga dan peningkatan kapasitas keluarga muda berdaya,” kata Andi. [ian]






