Malang (beritajatim.com) – Tim Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) mengembangkan inovasi paper wrap yang ramah lingkungan. Produk bernama Pulpiess ini dimanfaatkan dari limbah pelepah pisang yang tidak hanya mudah terurai tetapi juga dapat bertransformasi menjadi tanaman.
Tim mahasiswa UM dipimpin oleh dari Fakultas MIPA, bersama tim yang terdiri atas Fatmawati, Novemia Yohana Shinta M dari FMIPA Alfiyasita Rahma dan Nimas Chanditya dari FEB. Mereka dibimbing oleh dosen Biologi Ajeng Daniarsih S.Si, M.Si.
Hanik, ketua tim menjelaskan bahwa inovasi dari timnya ini didorong oleh kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan. Menurutnya, dibutuhkan juga solusi pengemasan yang berkelanjutan dan ramah lingkungna.
“Pulpiess adalah paper wrap yang dibuat dari limbah pelepah pisang dan dapat berubah menjadi tanaman karena mengandung biji sayuran dari Genus Brassica. Produk kami hadir sebagai solusi untuk masalah limbah bubble wrap yang sulit terurai dan berkontribusi pada pencemaran lingkungan,” ujarnya, Senin (24/6/2024).
Dengan Pulpiess pengguna bukan hanya mendapatkan kemasan yang ramah lingkungan, melainkan juga bisa menanam biji yang terdapat di dalamnya. Produk ini memberikan manfaat ekologis dan edukatif.
“Tim kami melihat masalah limbah bubble wrap yang menumpuk dan minimnya proses daur ulang menciptakan peluang pasar bagi Pulpiess sebagai kantong belanja ramah lingkungan. Keunggulan Pulpiess antara lain adalah bahan baku limbah pelepah pisang yang cepat terurai dan konsep plantable paper yang memungkinkan biji tumbuh menjadi tanaman,” jelas Hanik.
Salah satu anggota tim, Fatma menuturkan bahwa pemilihan biji sayuran dalam paper wrap ini menjadi langkah strategis. Dengan jalan itu tidak hanya meningkatkan fungsi kertas pembungkus, tetapi juga memberikan manfaat ekologis, edukatif, dan ekonomi.
“Inovasi ini menunjukkan bagaimana produk sederhana dapat memiliki dampak besar dengan pendekatan kreatif dan berkelanjutan,” ujar Fatma dalam keterangan.

Tim pengembang pulpiess berharap inovasi ini dapat diterima dengan baik oleh masyarakat dan menjadi solusi alternatif untuk masalah sampah dan limbah organik. Mereka berencana untuk terus mengembangkan produk ini dari segi kualitas dan kuantitas dan memperluas jangkauan pemasarannya.
Dengan dukungan dari pihak UM dan bimbingan dari dosen yang kompeten, Hanik Khoirum dan tim optimis bahwa Pulpiess Paper Wrap dapat menjadi pionir dalam inovasi kertas pembungkus ramah lingkungan di Indonesia. Pulpiess Paper Wrap adalah contoh nyata kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Kami harap produk kami bisa menghasilkan solusi inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Kami telah membuktikan bahwa dengan kerja keras, kolaborasi, dan bimbingan yang tepat, mereka mampu menciptakan produk yang tidak hanya memiliki nilai ekonomis tetapi juga ekologis,” tutup Hanik dalam keterangan. (dan/kun)






