Lumajang (beritajatim.com) – Seorang pendaki wanita asal Malang, Gigik Sulistyowati (58), terpaksa dievakuasi oleh tim gabungan setelah mengalami hipotermia saat mendaki Gunung Lemongan, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Gigik bersama 7 rekannya melakukan pendakian tek-tok (tanpa menginap) di Gunung Lemongan pada Jumat (21/6/2024) pukul 05.00 WIB. Setelah mencapai puncak, mereka turun dan beristirahat di Pos Guci. Namun, sekitar pukul 11 malam, Gigik mulai merasakan kedinginan yang parah.
Rekan-rekan Gigik kemudian menghubungi komunitas alam setempat dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang untuk meminta bantuan.
“Korban mengalami hipotermia pada malam hari. Rekannya kemudian menghubungi Laskar Hijau dan meneruskan kepada kami,” terang Yudhi Cahyono, Kabid Kedaruratan dan Rehabilitasi Bencana BPBD Lumajang, saat dikonfirmasi Minggu (23/6/2024).
Tim BPBD Lumajang tiba di Pos Watu Gede, lokasi para pendaki, pada Sabtu (22/6/2024) sekitar pukul 05.00 WIB. Tim langsung memberikan pertolongan pertama kepada Gigik dan memulai proses evakuasi.
Proses evakuasi berlangsung dramatis karena kondisi Gigik yang lemah dan medan yang terjal. Tim membutuhkan waktu sekitar 6 jam untuk membawa Gigik turun dari gunung.
“Tim menuju lokasi dan melakukan pertolongan pertama kepada korban kemudian proses evakuasi. Rekannya diminta untuk terus melanjutkan perjalanan turun hingga sampai di Papringan dan cek kesehatan,” jelas Yudhi.
Suhu di area Gunung Lemongan pada malam hari bisa mencapai 14-15 derajat Celcius. Ditambah dengan usia Gigik yang sudah tidak muda, membuat dirinya rentan terhadap hipotermia.
Saat ini, Gigik telah pulih dan kembali ke Malang setelah menjalani perawatan medis di Puskesmas setempat.
BPBD Lumajang menghimbau kepada para pendaki untuk selalu memastikan kesehatan fisik dan mental, serta pentingnya menggunakan peralatan mendaki yang lengkap untuk menghindari kejadian serupa.
“Korban sudah ditangani dan mulai pulih. Para pendaki harus memastikan kondisi tubuh serta wajib menggunakan peralatan yang safety,” pungkas Yudhi. [dav/aje]






