Mojokerto (beritajatim.com) – Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati berharap pagelaran Festival Kopi di bumi Majapahit rutin digelar setiap tahunnya. Festival Kopi menjadi sebagai ajang untuk memamerkan kopi Trawas kepada para pengusaha untuk meningkatkan perekonomian warga.
Hal tersebut disampaikan Bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto saat menghadiri tasyakuran petik kopi, di Pondok Karhutla, Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Minggu (23/6/2024). “Saya ingin setiap Hari Jadi Kabupaten Mojokerto dibuatkan Festival Kopi sebagai ajang untuk pamer kopi Trawas kepada para pengusaha kopi maupun pemerhati kopi,” harapnya.
Dan kegiatan minum kopi, lanjut orang nomor satu di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto tersebut dikemas berbeda dan menarik. Selain itu, Bupati berharap kopi Trawas dinikmati dengan situasi dan cara yang berbeda sehingga hal tersebut diharapkan akan menjadi sangat menarik.
Bupati Ikfina menyebut bisnis perkebunan kopi di Kabupaten Mojokerto merupakan suatu langkah usaha positif untuk menggerakkan perekonomian warga. Terlebih harga jual kopi Trawas saat ini untuk pasar lokal cenderung lebih mahal dari pada pasar ekspor.
“Jadi ini peluang buat kita untuk berkomitmen mengembangkan potensi kopi ini. Dan tidak harus mengejar ekspor, karena pasar dalam negeri kita masih mahal, sedangkan ekspor harganya murah. Apalagi pasar di dalam masih belum kita penuhi karena permintaan yang tinggi,” katanya.
Bupati mengajak warga Trawas untuk terus menjaga kelestarian alam. Bupati bersama Plt Kepala Disperta, Kepala Disperindag, Camat Trawas berkesempatan memetik kopi langsung dari pohonnya. Kegiatan tasyakuran petik kopi ini juga diramaikan orkes asal trawas, komunitas musang dan reptil yang membuat acara ini semakin meriah. [tin/but]






