Mojokerto (beritajatim.com) – Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XI Jawa Timur tengah mengkaji rencana pengoperasian layanan transportasi umum di jalur perintis Lamongan-Mojokerto. Pengoperasian ini merupakan tindak lanjut dari usulan tiga kepala daerah, yakni Bupati Lamongan, Bupati Mojokerto, dan Wali Kota Mojokerto.
Menanggapi surat usulan tersebut, Kementerian Perhubungan memerintah BPTD Wilayah XI Jawa Timur untuk melakukan survei di jalur itu. Survei dilakukan pada, Kamis (16/6/2024) pekan lalu.
Survei gabungan dilakukan oleh BPTD bersama Dinas Perbubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur, Dishub Kabupaten Lamongan, Dishub Kabupaten Mojokerto, Dishub Kota Mojokerto, Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Prasarana Perhubungan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UPT P3 LLAJ) Lamongan.
Serta UPT P3 LLAJ Mojokerto. Rute yang disurvei meliputi Terminal Kertajaya, Mall Pelayanan Publik Gajah Mada (MPP) Kota Mojokerto, Pasar Kemlagi, Balai Desa Cendoro, Kabupaten Mojokerto, Pasar Kalipang, Pasar Bakalan Pule, dan Terminal Lamongan.
Rencananya trayek ini akan beroperasi dari Terminal Lamongan, yang saat ini dimiliki oleh Provinsi Jawa Timur. Rencana bus akan digunakan seperti Bus Trans Jatim, namun milik DAMRI dengan subsidi dari kementerian karena merupakan jalur perintis.
“Survei ini mencakup beberapa titik dan saat ini kami masih mencari titik ramai yang membutuhkan angkutan tersebut. Karena jalur perintis, subsidinya dari Kementerian Perhubungan bukan dari provinsi, kami hanya mengusulkan,” terang Kepala UPT P3 LLAJ Mojokerto Dishub Jatim, Kristiani Asih Pratiwi, Sabtu (22/6/2024).
Jika jalur perintis ramai, maka lanjut Kristiani, akan dilepas untuk umum. Menurutnya, usulan tersebut berasal dari Kabupaten Lamongan beberapa tahun lalu namun sempat terhenti untuk dihidupkan kembali karena daerah Kecamatan Mantup, Lamongan tidak memiliki angkutan umum.
“Di Kabupaten Lamongan terdapat beberapa pabrik yang tidak dilewati angkutan umum. Orang-orang di daerah sana cenderung memakai motor, jadi demi keselamatan, usulan ini diajukan. Sekaligus menghubungkan daerah Mojokerto. Jika terealisasi, trayek ini akan terwujud pada tahun 2025,” tegasnya. [tin/beq]






