Mojokerto (beritajatim.com) – Kasus perundungan atau bullying di lingkungan sekolah harus ditangani secara sistematis oleh semua pihak, sebab dampak bullying yang paling sering terjadi adalah memicu masalah kesehatan mental. Seperti gangguan cemas, depresi, hingga post-traumatic stress disorder (PTSD).
Pengaruh bullying terhadap kesehatan mental ini biasanya dialami oleh korban dalam jangka waktu panjang. Sehingga untuk mencegah terjadinya kasus kekerasan atau bullying di lingkungan sekolah, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati mensosialisasikan program Hentikan Kekerasan Awali Pembelajaran Gapai Siswa Aman (Tirai Begawan).
Program Tirai Begawan disosialisasikan Bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto ini saat menghadiri Purnawiyata peserta didik IX SMPN 1 Jatirejo. 0rang nomor satu di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto ini mengungkapkan, jika pemerintah telah membentuk tim di tingkat Kabupaten dan Kecamatan.
Tim tersebut dibentuk untuk turun di masing-masing sekolah dalam mencegah terjadinya kekerasan atau bullying di lingkungan sekolah. Hal tersebut dilakukan karena Bupati dengan background dokter ini, menilai saat ini perundungan atau bullying sering dilakukan dan menjadi hal biasa di kehidupan sekolah sehari-hari.
“Contoh ada anak dipanggil pentol, ternyata itu berdampak anak ini tidak percaya diri, menarik diri, dan malu. sehingga kalau ada kegiatan-kegiatan, dia memilih untuk tidak ikut atau menyembunyikan diri. kalau sudah begini responnya pada pembelajaran juga tidak aktif,” ungkapnya.
Efeknya pada akademisnya, nilainya tidak bagus, malas untuk berinteraksi, bahkan bisa membuat malas berangkat sekolah. Selain itu, perundungan atau bullying bisa dilakukan secara fisik maupun psikis, sehingga salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk melindungi anak-anak dari perundungan yakni memberikan penguatan terhadap anak-anak dari rumah.
“Anak-anak yang kuat itu berasal dari rumah. semakin perhatian, semakin sayang, semakin banyak doa yang dipanjatkan bapak ibunya maka semakin kuat anaknya. Dalam hal ini, peran orang tua sangat penting dalam memberikan kekuatan dan membentuk kepercayaan diri seorang anak,” katanya.
Pasalnya, seorang anak sangat membutuhkan pujian, pengakuan, dan penghargaan dari orang tuanya masing-masing. Siapa orang yang paling diinginkan anak untuk bisa memuji dia, mengakui dia, dan menghargai dia, tegas Bupati, adalah orang tuanya sendiri.
“Anak tidak akan peduli dan tidak akan cari pengakuan diluar, kalau dia sudah cukup pengakuan dari kedua orang tuanya. Jadi orang tua jangan sekali-kali, sedikit pun, dan sedetik pun meninggalkan anak-anak kita. Anak-anak yang kuat berasal dari orang tua yang penuh penghargaan dan kasih sayang,” pungkasnya.
Sehingga untuk memberikan kekuatan terhadap anak agar terhindar dan terlindungi dari perundungan atau bullying, Bupati meminta agar para orang memberikan kasih sayang yang berlebih terhadap anak-anaknya. Turut hadir Kepala Dinas Pendidikan Lutfi Ariyono dan jajaran Forkopimca Jatirejo. [tin/aje]
![Tirai Bengawan, Antisipasi Bullying di Lingkungan Sekolah Mojokerto Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati saat menghadiri Purnawiyata peserta didik IX SMPN 1 Jatirejo. [Foto : ist]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2024/06/IMG-20240620-WA0001.jpg)





