Magetan (beritajatim.com) – Yayasan Widama, satu-satunya yayasan disabilitas di Kabupaten Magetan, mendapat bantuan dari Lembaga Manajemen Infaq (LMI) untuk meningkatkan kesejahteraan para anggotanya. Bantuan ini sejalan dengan tujuan SDGs nomor 1 dan 10 tentang pertumbuhan ekonomi yang merata dan inklusif, serta penciptaan lingkungan yang ramah disabilitas.
Kerjasama LMI dan Yayasan Widama dimulai pada Mei 2020, saat pandemi Covid-19 melanda. LMI memberikan bantuan sembako kepada anggota yayasan yang membutuhkan. Bantuan ini sangat membantu mereka dalam masa sulit saat itu.
Pada tahun 2021, LMI melanjutkan dukungannya dengan memberikan pelatihan keterampilan menjahit dan menganyam kepada anggota yayasan. Hasil pelatihan ini membantu mereka mendapatkan penghasilan tambahan.
“Pada bulan Ramadhan, mereka mendapatkan pemesanan kurang lebih 100 tas dengan harga 40 ribu rupiah per tas,” ujar Sri Gunarsih, Ketua Yayasan Widama.
“Kami menyampaikan banyak terima kasih kepada LMI atas bantuan dan pendampingannya. Insyaallah, kami akan senantiasa meningkatkan semangat kita,” ujar Supartini, salah satu anggota yayasan.
LMI juga memberikan bantuan motor roda tiga kepada Pak Darno di tahun 2022 dan 6 unit motor disabilitas pada tahun 2023. Upaya LMI ini diharapkan dapat membantu penyandang disabilitas di Magetan untuk mencapai kemandirian ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup mereka. [fiq/kun]






