Surabaya (beritajatim.com) – Film romantis seringkali menjadi pelarian dari kenyataan, di mana pasangan protagonis biasanya akhirnya bersama meskipun menghadapi berbagai rintangan. Namun, ada sejumlah film di mana pembuat film memilih untuk memisahkan pasangan utama di akhir cerita, meninggalkan kesan yang mendalam dan emosional pada penonton. Berikut 7 film romantis keren yang ending-nya bikin hati campur aduk:
1. Casablanca
“Casablanca” adalah salah satu film romantis paling ikonik sepanjang masa. Berlatar di Maroko yang diduduki Prancis selama Perang Dunia II, film ini menampilkan kisah cinta antara Rick (Humphrey Bogart) dan Ilsa (Ingrid Bergman). Meskipun cinta mereka kuat, Rick memilih mengorbankan kebahagiaannya demi tujuan yang lebih besar, yakni membantu Ilsa dan suaminya melarikan diri demi upaya perang.
2. Roman Holiday
Dalam “Roman Holiday”, Putri Ann (Audrey Hepburn) dan jurnalis Joe Bradley (Gregory Peck) menikmati petualangan sehari di Roma. Meskipun mereka saling jatuh cinta, status sosial dan kewajiban kerajaan memaksa mereka untuk berpisah. Film ini berakhir dengan pertemuan terakhir yang manis-getir antara mereka.
3. Gone with the Wind
Kisah epik “Gone with the Wind” menampilkan romansa yang penuh gejolak antara Scarlett O’Hara (Vivien Leigh) dan Rhett Butler (Clark Gable). Scarlett terlalu terlambat menyadari cintanya pada Rhett, dan akhirnya Rhett meninggalkannya dengan kata-kata ikonik, “Frankly, my dear, I don’t give a damn.”
4. The Remains of the Day
Film adaptasi dari novel karya Kazuo Ishiguro ini mengisahkan hampir-romansa antara kepala pelayan Stevens (Anthony Hopkins) dan pembantu rumah tangga Miss Kenton (Emma Thompson). Meskipun ada ketertarikan yang mendalam di antara mereka, komitmen Stevens pada tugasnya menghalangi hubungan mereka untuk berkembang, dan Miss Kenton akhirnya menikah dengan orang lain.
5. The Age of Innocence
Dalam “The Age of Innocence” karya Martin Scorsese, pengacara Newland Archer (Daniel Day-Lewis) terjebak antara kewajiban sosial dan cinta terlarang dengan Countess Olenska (Michelle Pfeiffer). Mereka harus menyembunyikan perasaan mereka untuk menghindari skandal, dan pada akhirnya, mereka tidak bisa bersama.
6. Shakespeare in Love
“Shakespeare in Love” mengisahkan cinta penuh gairah antara dramawan muda William Shakespeare (Joseph Fiennes) dan Viola (Gwyneth Paltrow). Meskipun cinta mereka menginspirasi karya Shakespeare, pernikahan Viola dengan orang lain dan harapan sosial pada masa itu memisahkan mereka.
7. The Umbrellas of Cherbourg
Musikal “The Umbrellas of Cherbourg” bercerita tentang Geneviève (Catherine Deneuve) dan Guy (Nino Castelnuovo) yang jatuh cinta tapi terpisah karena perang dan keadaan hidup. Mereka menikah dengan orang lain, dan bertemu lagi secara tak sengaja bertahun-tahun kemudian, dengan kehidupan masing-masing.
Film-film ini menunjukkan bahwa cinta tidak selalu berakhir dengan bahagia selamanya. Mereka menawarkan perspektif lain bahwa cinta bisa kuat, indah, dan berharga meskipun berakhir dengan perpisahan. Terkadang, cerita cinta yang tidak berakhir bahagia justru memberikan kesan yang lebih mendalam dan menyentuh hati. [aje]






