Surabaya (beritajatim.com) – Kawasan Kota Lama Surabaya segera dibuka untuk umum. Momen ini telah lama dinanti banyak pihak, terutama wisatawan pecinta sejarah dan arsitektur.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya, Hidayat Syah mengungkapkan persiapan peresmian Kawasan Wisata Kota Lama tengah dimatangkan.
“Kami ingin memastikan semua kebutuhan pengunjung terpenuhi saat Kota Lama Surabaya dibuka. Sehingga, masyarakat bisa langsung merasakan dan menikmati kawasan wisata ini,” ujar Hidayat Syah, Selasa, 18 Juni 2024.
Kota Lama Surabaya terbagi menjadi dua sisi, dipisahkan Jembatan Merah yang ikonik. Sisi utara menawarkan ‘laboratorium arsitektur dunia’ di mana pengunjung dapat mempelajari beragam gaya bangunan, mulai Eropa maupun Asia.
Sementara, sisi barat sungai menyimpan jejak sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. “Di sini, kita bisa melihat dokumen-dokumen bersejarah dan bangunan-bangunan yang menjadi saksi bisu peristiwa heroik Arek-arek Suroboyo,” jelas Hidayat Syah.
Sisi timur Kota Lama Surabaya telah menjadi destinasi wisata religi favorit di Jawa Timur. Masjid dan makam Sunan Ampel, salah satu Wali Songo, menjadi daya tarik utama.
Selain itu, terdapat Langgar Gipo yang berusia 300 tahun, yang menjadi saksi sejarah perjuangan para ulama dan santri melawan penjajah.
“Masih banyak lagi peristiwa sejarah yang bisa kita gali di kawasan wisata Kota Lama Surabaya,” kata dia.
“Dengan perpaduan sejarah, arsitektur, dan religi, semoga Kota Lama Surabaya menjadi destinasi wisata unggulan yang menarik minat wisatawan lokal maupun mancanegara,” pungkas dia. [asg/beq]






