Gresik (beritajatim.com)- Keberadaan sampah plastik di tengah masyarakat sangat meresahkan. Untuk meminimalisir sampah tersebut, warga Gresik dan BUMN Petrokimia punya cara tersendiri. Salah satunya melakukan aksi bersih-bersih ‘beach clean up’ bersama karyawan serta memanfaatkan mesin paving berbahan baku plastik.
Ubaidillah (36) salah satu warga Kelurahan Lumpur, Kecamatan Kota Gresik menuturkan, dirinya mengapresiasi kegiatan memerangi sampah plastik bersama perusahaan BUMN Petrokimia Gresik.
“Kalau bisa aksi ini terus digaungkan supaya masyarakat turut andil dan bertanggungjawab menjaga lingkungan masing-masing,” tuturnya, Minggu (9/6/2024).
Dirut Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo mengatakan, pihaknya mendukung pemerintah daerah dalam pengelolaan sampah plastik. Dirinya berharap aksi nyata ini mampu menginspirasi masyarakat, sehingga semakin banyak yang tergerak untuk memerangi sampah plastik.
“Pengendalian lingkungan hidup membutuhkan peran aktif dari seluruh pihak, tidak hanya dilakukan pemerintah. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi dan meningkatkan kesadaran bersama dalam menjaga lingkungan dari sampah plastik,” katanya.
Dalam kegiatan beach clean up, karyawan Petrokimia Gresik bersama-sama membersihkan sampah plastik di Pantai Kelurahan Lumpur. Pantai ini lokasinya berada di ring satu perusahaan dan menjadi tempat berkegiatan bagi para nelayan Kelurahan Lumpur.
Selanjutnya, dalam upaya pengelolaan sampah plastik, Petrokimia Gresik sebelumnya juga telah berinovasi dengan membuat mesin pencetak paving. Mesin ini mampu mengubah sampah-sampah plastik yang dikumpulkan menjadi paving.
Selain melakukan aksi memerangi sampah plastik, juga ada penandatanganan komitmen zero plastic oleh manajemen yang diikuti seluruh karyawan. [dny/but]






